• SMA NEGERI 6 KOTA KOMBA
  • LONG LIFE EDUCATION_ LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU TAPI PERKATAANKU TIDAK AKAN BERLALU_ BELAJAR SEPANJANG MASA

BERBAHASA SEHAT, INDONESIA TANGGUH!

Judul tulisan ini cukup menarik untuk dikomentari oleh siapapun dan dari kalangan manapun sesuai dengan pemahaman dan kepentingannya. Tema ini menjawab salah satu dilema bangsa saat ini di tengah semakin canggihnya teknologi sehingga orang sering lupa bahkan tidak tahu menggunakan bahasa Indonesia  yang sehat. Bahasa sebagai salah satu perekat bangsa sekaligus kekayaan bangsa perlahan tidak memiliki makna apa-apa bahkan beberapa pihak memanfaatkan bahasa sebagai sarana untuk menghancurkan identitas bangsa.

Bahasa Indonesia dalam sejarahnya berasal dari  bahasa Melayu yang pada zaman perkembangan kerajaan-kerajaan islam digunakan sebagai bahasa penghubung dalam aktivitas perdagangan di seluruh kawasan nusantara bahkan sebagian Asia Tenggara. Hal inilah yang melatarbelakangi para pemuda mengadopsi Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa persatuan  dalam ikrar sumpah pemuda 28 Oktober 1928.

Sebagai bahasa persatuan, sudah pasti bahasa Indonesia yang kita gunakan adalah bahasa Indonesia yang sehat. Bahasa Indonesia yang sehat adalah bahasa Indonesia yang sesuai dengan pedoman bahasa Indonesia yang baku karena pada hakikatnya bahasa adalah cerminan dari kepribadian kita dan merupakan identitas bangsa kita.  Kebakuan bahasa Indonesia itu terletak pada tulisan bukan pada penggunaannya karena itu pusat balai bahasa mengeluarkan KBBI sebagai pedoman agar tidak salah dalam mengartikan kosa katanya (pusat balai bahasa Indonesia, 2021). Bahasa Indonesia yang sehat juga harus memberi efek menyejukan, mempersatukan dan menguatkan bangsa ini. 

Lantas, bagaimana dengan Penggunaan Bahasa Indonesia kita saat ini?

Banyak diantara kita yang kurang paham dan bahkan ada yang tidak paham dengan bahasa Indonesia. Kita seringkali mengikuti bahasa-bahasa yang kita ciptakan sendiri dan membudayakan itu sehingga dipahami banyak orang. Salah satu faktor penyebabnya adalah perkembangan teknologi. Tidak ada yang salah sebenarnya dengan kita mengikuti perkembangan IPTEK tetapi sering kita lupa diri karena terlampau terlena dengan perkembangan yang ada didalamnya. Kita seperti menciptakan dunia sendiri dengan bahasa-bahasa yang kita ciptakan dan mirisnya  diakui oleh orang yang setiap hari berkomunikasi dengan kita. Sebagai contoh misalnya dengan maraknya perkembangan aplikasi-aplikasi yang berisi konten tidak mendidik tetapi dikemas menarik sehingga banyak yang tertarik, menjadi pemicu semakin tidak sehatnya penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.  Pengaruh dari isi konten yang tidak mendidik tersebut sangat merusak tatanan bahasa para penontonnya yang pada umumnya lebih banyak diminati oleh anak-anak. Banyak generasi milenial yang mengalami degradasi dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baku. Mereka justru cenderung tertarik menggunakan bahasa “alay” yang kadang memiliki makna yang ambigu dan bahkan dalam dunia pendidikan pun sering ditemukan persoalan terutama berkaitan dengan rendahnya pemahaman  akan bahasa Indonesia yang disajikan dalam soal-soal yang diberikan.  

 Perkembangan teknologi yamg justru merusak pola bahasa kita lebih diperparah lagi dengan banyaknya para tokoh politik, artis dan publik figur lainnya yang justru memberikan contoh tidak baik seperti perang  kata-kata dalam media sosial, menyebarkan hoaks, dan justru viral dengan prilaku bahasa yang tidak sehat tersebut sehingga muncul budaya bahwa jika ingin tenar dan cepat kaya maka lakukan suatu ketimpangan karena itu pasti akan membawa berkah. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah tidak lagi menggunakan bahasa yang sehat. Norma dan nilai dalam kehidupan bermasyarakat diabaikan dan cenderung memiliki sifat hedonis dan tingkat konsumerisme tinggi sehingga apatis terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka. Situasi ini banyak terjadi dilingkungan sekitar kita, dimana kita temukan banyak anak-anak  yang memanggil temannya dengan nama binatang, maki , memanggil teman dengan nama orang tua, mengolok, bullyng, menyindir teman dengan menggunakan bahasa daerah dan bahasa yang tidak sehat lainnya yang memicu terjadinya perkelahian dan bentrokan-bentrokan lainnya akibat adanya salah paham.

Berdasarkan kondisi real di atas hemat saya, Bahasa  Indonesia sebagai perekat budaya bangsa merupakan cerminan jati diri bangsa Indonesia. Sebagai penduduk Indonesia kita seharusnya bangga dengan para pendiri bangsa kita yang memiliki daya berpikir jauh kedepan dan menimialisir segala bentuk perpecahan yang kemungkinan terjadi dengan menetapkan satu bahasa sebagai bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.  Budi luhur  Bangsa Indonesia terletak pada budi penduduknya yang tercermin dalam bahasanya. Penduduk yang cerdas akan menggunakan bahasa yang sehat. Bahasa yang sehat mencerminkan bangsa yang tangguh. Kualitas Bangsa kita diukur dari kemampuan kita menggunakan bahasa yang sehat. Indonesia tangguh bukan hanya dari segi perjuangan militernya, tetapi Indonesia tangguh karena masyarakatnya menggunakan bahasa yang sehat dan mampu melatih 10 jarinya untuk menulis hal yang baik dengan bahasa yang sehat. Bahasa sehat yang diharapkan adalah adalah yang sopan, bahasa yang baik dan benar, bahasa yang bernuansa positif dan mengajak, bahasa yang bisa membangun dan memberi semangat.  Oleh karena itu, mari kita utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing.

 

Salam Sumpah Pemuda

Berbahasa Sehat, Indonesia Tangguh

Berbahasa Cerdas, Indonesia Kuat

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Mendalami Kurikulum Sekolah Penggerak Melalui Diklat Revitalisasi Tingkat Sekolah

            Kado akademik bagi guru dan tenaga kependidikan SMA N 6 Kota Komba awal tahun 2022 ini adalah sebuah pelatihan dalam rangka merevitalisasi kuri

13/01/2022 09:55 - Oleh Maksimilianus Galawanto - Dilihat 132 kali
MEMBACA SEBAGAI SATU GERAKAN BERSAMA

Membaca adalah budaya orang berpendidikan. Mengunjungi perpustakaan semestinya menjadi panggilan dann kebiasaan orang berpendidikan maupun terdidik. Salah satunya dengan revitalisasi pe

29/11/2021 11:46 - Oleh Wihelmina Jaja - Dilihat 59 kali
SMA Negeri 6 Kota Komba Gelar Senam Bersama: Sebuah Catatan Kecil

Tubuh yang sehat adalah impian setiap orang. Kesehatan merupakan kebutuhan vital dan perlu usaha dan perjunahan. Sehat tidak datang dengan sendirinya tetapi perlu ada upaya dari dalam d

05/11/2021 20:09 - Oleh Petrus Kanisius Foju - Dilihat 81 kali
Seleksi PPPK; Ujian Terhadap Kompetensi Dan Profesionalitas Guru

Setelah lebih dari 16 tahun akhirnya pemerintah melakukan perubahan dalam pengelolaan Apartur Sipil Negara (ASN). Salah satu perubahan besar adalah mengenai pembagian jenis kepegawaian

02/11/2021 11:22 - Oleh Petrus Kanisius Foju - Dilihat 86 kali
Peran Administrasi Pendidikan dalam Kaitan dengan Merdeka Belajar

Pendidikan dari hari ke hari terus berubah seiring perjalanan waktu. Kurikulum pendidikan silih berganti. Peran Lembaga Pendidikan sebagai salah satu tempat  dimana para siswa bole

29/10/2021 09:14 - Oleh Hieronimus Kulas - Dilihat 203 kali
Oretan Sederhana Di Bulan Bahasa

“ The Power Of “ BAHASA Sebuah Refleksi Sederhana Tentang Sang Bahasa Di Bulan Bahasa Jika Celine Dion mengilustrasikan bagaimana besarnya kekuatan cinta dalam lagu lawasn

28/10/2021 16:54 - Oleh Robertus Higmat Alang - Dilihat 75 kali
Hari Sumpah Pemuda: SMAN 6 Kota Komba Gelar Aneka Lomba Akademik dan Seni

Kisol, 28 Oktober 2021, SMAN 6 Kota Komba menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 93. Diawali dengan upacara bendera di halaman SMAN 6 Kota Komba, seluruh civitas akademika, dar

28/10/2021 11:45 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 89 kali
MERDEKA MENGAJAR

MERDEKA MENGAJAR (Antara Harapan dan Kenyataan) Bulan Agustus yang lalu kita baru saja merayakan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan yang ke-76. Selama lebih dari tujuh dekade, kita mel

27/10/2021 23:09 - Oleh Robertus Higmat Alang - Dilihat 90 kali
Membangun Pendidikan Karakter Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

Sistem Pendidikan Indonesia saat ini sangat menitikberatkan pada pendidikan karakter. Pada hakikatnya, pendidikan karakter merupakan suatu sistem pendidikan yang berupaya menanamkan nil

27/10/2021 10:18 - Oleh Melki Flavianus Sino - Dilihat 127 kali
Bapak dan ibu guru mari terus belajar

Long life education, belajar sepanjang hayat adalah kebijakan tertinggi dalam hidup ini. Kemampuan, wawasan dan kompetensi kita tidak akan sekali jadi dan selesai. Justru kemampuan dan

19/07/2021 13:11 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 103 kali