• SMA NEGERI 6 KOTA KOMBA
  • LONG LIFE EDUCATION_ LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU TAPI PERKATAANKU TIDAK AKAN BERLALU_ BELAJAR SEPANJANG MASA

Oretan Sederhana Di Bulan Bahasa

“ The Power Of “ BAHASA

Sebuah Refleksi Sederhana Tentang Sang Bahasa Di Bulan Bahasa


Jika Celine Dion mengilustrasikan bagaimana besarnya kekuatan cinta dalam lagu lawasnya yang berjudul “The Power Of Love” kali ini saya mencoba untuk menelaah tentang bagaimana Bahasa Indonesia juga memiliki kekuatan yang luar biasa, tidak hanya sebagai alat pemersatu bangsa yang berlatar keanekaragaman ini, dan juga sebagai media yang mempermudah hubungan komunikasi dan interaksi antara sesama, namun ada banyak hal yang menjadi kekuatan bahasa, termasuk juga bagaimana bahasa bisa saja berdampak penyimpangan sosial jika dalam penggunaanya tidak lagi memepertimbangkan norma dan etika berbahasa, seperti yang tertulis oleh seorang , R.A Kartini yang mengartikan, berbicara menggunakan bahasa merupakan suatu peristiwa menyampaikan maksud, gagasan, serta perasaan hati seseorang kepada orang lain. Dan berbahasa harus memenuhi empat syarat yakni (1) Berbahasalah jika ada perlunya, dalam berbicara hendaklah sesuai keperluan yang akan mendatangkan manfaat dan menolak mudarat. (2) Berbahasalah pada waktu dan tempatnya, (3) berbahasa secukupnya, (4) Baik bahasa dan tutur katanya. (Etika Jiwa Bandung: Pustaka Setia, 2003). Tanpa keempat syarat itu, berbahasa akan jatuh tergelincir pada kesalahan berbahasa dan pembicaraan akan penuh dengan kekurangan, ketidaknyamanan dan ketidak serasian antara komunikator (pengirim pesan) dan Komunikan (penerima pesan) atau dalam ilmu komunikasi yang pernah saya pelajari menyebutnya dengan istilah Noise Of Comunication.

 

Bahasa Indonesia Dalam Sejarah

Jika sepintas menelisik sejarah, bahasa Indonesia itu sendiri ditetapkan sebagai bahasa nasional atau bahasa resmi Republik Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada tanggal itu, para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia bekumpul dan berikrar, yaitu Sumpah Pemuda. Dalam ikrar tersebut, bahasa Indonesia juga menjadi bahasa nasional yang kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945, diresmikan sebagai bahasa negara. Jika membandingkanya dengan negara lain, tidak semua negara di dunia memiliki bahasa resmi, ada beberapa negara yang belum menyepakati bahasa resminya, contohnya seperti negara India, salah satu penyebab negara mereka belum menetapkan bahasa resmi adalah karena negara mereka merupakan negara multibudaya. Adapun negara Filipina telah menetapkan bahasa resminya, yaitu bahasa Tagalog, namun beberapa penutur yang bukan bahasa itu belum menerimanya sebagai bahasa resmi.(Wikipedia.Com)

Dengan demikian sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki bahasa nasionalnya kita warga Negara Indonesi mesti patut berbangga dan mengapresiasi kepada para founding fathers yang telah jauh memikirkan masa depan bangsa ini dengan memutuskan untuk menentukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang hingga saat ini cukup memiliki peran untuk mempersatukan Indonesia diantara keanekaragaman suku, agama budaya, adat istiadat, termasuk juga keanekaragaman bahasa daerah.

 

Bahasa Verbal vs Bahasa Nonverbal

Selain sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri bahasa juga dapat berperan untuk dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita.  Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran maksud seseorang, yang melahirkan perasaan dan memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama. Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi, berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi secara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi. Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial. Pada saat beradaptasi di lingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non-formal pada saat berbicara dengan teman dan menggunakan bahasa formal pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Secara umum, bahasa verbal adalah media komunikasi yang berbentuk lisan ataupun tulisan, contohnya adalah penggunaan kata-kata. Sedangkan komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata, contohnya menggunakan bahasa tubuh seperti mimik wajah dan gerakan tangan, bahkan intonasi suara dan kecepatan berbicara. bahasa verbal berupa kata-kata yang diucapkan langsung (berbicara) bisa dilakukan secara langsung (face to face) atau dengan perantara media, contohnya berinteraksi menggunakan sosial media atau melalui handpone. Sedangkan komunikasi verbal yang melalui tulisan bisa dilakukan menggunakan media seperti surat, chating di media sosial, dan sebagainya.

Komunikasi non-verbal lebih sering terjadi dalam komunikasi secara langsung atau face to face. Sebabnya, dalam komunikasi menggunakan media digital, komunikasi non-verbal seringkali tidak mungking dilakukan. Contohnya ketika kita sedang chatting, tidak mungkin kita bisa melihat ekspresi wajah lawan bicara kita atau mendengar intonasi suaranya. Karena keterbatasan ini pula komunikasi non-verbal sering menimbulkan kesalahpahaman. Contohnya, terkadang ada orang yang menggunakan emoji secara tidak tepat. Misal seseorang salah mengirim emoji marah padahal sebenarnya dia ingin mengirim emoji tersenyum yang terletak di sebelahnya. Hal ini bisa menyebabkan orang yang dikirimi pesan menjadi salah paham dan ikut marah.

Komunikasi verbal dan non-verbal pada hakikatnya saling terkait dan saling melengkapi. Dalam komunikasi langsung, kita terus-menerus mengirimkan pesan pada lawan bicara kita. Komunikasi non-verbal sering terjadi seacar otomatis dan tanpa kita kontrol. Contoh ketika kita marah atau senang, kita cenderung berbicara dengan lebih keras dan cepat. Hal ini terjadi karena kita mengalami perubahan emosi. Komunikasi nonverbal juga melengkapi komunikasi verbal kita. Ketika kita mengatakan satu hal, jika gerak-gerik tubuh kita tidak mendukung, orang tentu tidak akan percaya. Semisal kita berkata sudah mengerjakan PR namun dengan nada ragu-ragu, teman kita pasti tidak akan ada yang percaya.

 

Tantangan Bahasa di SMAN6 Kota Komba

Harapan besar kita pasti sama, yakni siswa siswi SMAN 6 Kota Komba bisa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Setidaknya ada perbandingan yang sama antara penggunaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia dalam relasi komunikasi diantara siswa maupun antara siswa dan guru serta siswa dengan lingkungan masyarakat. Namun dalam kenyataan memang tak dapat dipungkiri, penggunaan bahasa daerah (bahasa rongga, wolos dan sigho) lebih mendominasi proses komunikasi yang terjadi selama ini. Tentunya ini juga tidak bisa disalahkan, karena bahasa daerah menjadi bahasa yang paling pertama dikenalkan dan diperdengarkan bahkan dilatih oleh orang tua kepada anak-anak. Dalam Ilmu sosiologi ada beberapa tahapan sosialisasi dan pembentukan kepribadian seorang anak,salah satu tahapan yang paling pertama dan paling mempengaruhi kepribadian anak adalah proses sosialisasi oleh agen sosiolisasi keluarga. Apa yang diperbiasakan dan yang diajarkan pada lingkungan keluarga akan sebagian besar dilakoni oleh anak. (Sosiologi,Robert M.Z. Lawang ; 2004)

Tentunya fenomena ini menjadi cukup sulit jika lembaga sekolah menjadi harapan satu-satunya untuk merubah fenomena ini, perlunya kerjasama baik lembaga sekolah maupun keluarga dan lingkungan sekitar untuk perlahan merubah agar perlu adanya keseimbangan dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam proses komunikasi. Namun tidak berarti kita harus melupakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Bahasa ibu tetap digunakan namun perlu adanya pengurangan intensitas penggunaan dalam proses komunikasi. Tuntutan penggunaan bahasa Indoensia yang dimaksud tidak berarti harus sesuai dengan tata bahasa yang baik dan benar atau harus sesuai EYD (ejaan yang disempurnakan) cukup menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana “bahasa pasar” sudah sangat efektif untuk memunculkan kebudayaan penggunaan bahasa Indonesia sebagai media interaksi antara sesame.

Mengapa perlunya mencanangkan penggunaan bahasa Indonesia dalam menjalin komunikasi bagi siswa-siswi SMAN 6 Kota Komba saat ini ? Pertanyaan ini  akan bisa dijawab dan mungkin akan langsung disetuji jika bertolak dari kenyataan saat ini. Siswa cukup susah dalam melakoni proses diskusi dalam kelas, pemahaman akan materi penjelasan yang guru sampaikan tidak semuanya bisa dilakukan, dan tidak cukupnya kepercayaan diri siswa dalam melakoni public speaking baik dalam kelas maupun dalam beberapa kegiatan umum menjadi kenyataan yang terjadi sat ini. Walaupun bukan menjadi satu-satunya alasan, namun minimnya penggunaan dan pemahaman bahasa Indonesia menjadi alasan paling mendominasi.  

Ide ini perlu juga mendapat dukungan dari kita para guru-guru SMAN6  Kota Komba. Kita sebagai icon panutan dalam sekolah perlunya mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan bahasa daerah baik dalam berkomunikasi secara informal, formal dan dalam melakoni kegiatan Belajar Mengajar di kelas. Jika hal ini bisa kita lakukan, yakin akan berdampak pada perubahan yang kita inginkan.

 

Dan sebagai akhir dari telaan sederhana ini saya menyimpulkan bahawa dengan bahasa manusia akan lebih mudah untuk berkomunikasi. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat berkomunikasi maka akan terbentuk dan terjalin interaksi sosial yang baik. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan artinya dapat mempersatukan seluruh masyarakat yang berbeda bahasa dan kebudayaan dengan satu bahasa yang sama yaitu Indonesia. Sebagai bahasa Negara artinya bahasa Indonesia adalah bahasa yang resmi dan sebagai pengembangan kebudayaan nasional, ilmu, dan teknologi. Bahasa sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, bahasa bisa mejadi salah satu alat untuk kita brkomunikasi dan berhubungan dengan yang lainnya. Jika kita bepergian keluar daerah yang baru peratama kali kita datangi bahasa Indonesia menjadi jawaban akan kebingungan dan ketidaktahuan kita akan daerah itu, bahasa Indonesia menjadi penunjuka arah ketika anda salah arah, dan bahasa Indonesia menjadi media utama untuk menyampaikan maksud dan tujuanmu pada orang lain yang belum pernah anda kenal. Namun hal penting lain yang tersyrat adalah bahasa juga dapat mencerminkan kepribadian dan watak seseorang. Cara seseorang berbicara tersebut akan mencerminkan bagaimana watak dan kepribadiannya. (RHA)

 

#SalamSumpahPemuda28102021

#SalamBulanBahasaSMANSIX

#TerimakasihBahasaIndonesia

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Membidik Potensi Wisata Kuliner Lokal Orang Rongga Lewat Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMAN 6 Kota Komba

Tulisan kecil ini bertolak dari keresahan yang cukup panjang terkait hidup dan matinya potensi 

29/04/2022 07:31 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 29 kali
KARTINI DAN EMANSIPASI WANITA ZAMAN NOW

Setiap tanggal 21 April sejak tahun 1964 merupakan hari bersejarah bagi pergerakan kaum perempuan Indonesia. Tanggal itu merupakan cikal bakal lahirnya ruang kebebasan wanita atau kaum

21/04/2022 07:03 - Oleh Maria Fatima Baru - Dilihat 156 kali
Catatan Kecil Dari Perlombaan Hardiknas Bagi SMAN 6 Kota Komba

Hidup jika tidak direflesikan sebaiknya jangan diteruskan... Demikian Sokrates, filsuf Yunani Kuno bersabda. Titik tolak dari kehidupan yang lebih baik dan terarah adalah refleksi yang

04/04/2022 06:02 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 119 kali
Catatan Refleksif Pasca Webinar Unika St. Paulus Ruteng: Rekognisi Sosial dan Intelektual Dengan Menulis Karya Ilmiah

Pagi mendung tak surutkan langkah Lewat webinar yang bukan setengah setengah Awalnya sedikit susah Suatu saat jadi lumrah dan meriah   Saya mulai dengan ucapan terima kasih ke

19/03/2022 12:22 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 93 kali
Membangun Jiwa Entrepreneurship Lewat Proyek Wu'u Di SMAN 6 Kota Komba

Tulisan kecil ini pada dasarnya mau mengamankan sebuah ide yang biasa-biasa saja. Ide tentang membangun dan menciptakan branded tersendiri dari SMAN 6 Kota Komba, dari output proyek pen

08/02/2022 17:48 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 165 kali
Catatan Kecil Kegiatan Bedah Buku: Petra Book Club, Bekas Sanpio dan Komunitas literasi SMAN 6 Kota Komba

Kemarin, tepatnya 3 Februari 2022, bertempat di Lopo Taman Baca Ad Lumen Sanpio, sekolompok kecil yang terdiri dari tiga lembaga: Petra Book Club, Bekas Sanpio dan Komunitas litera

04/02/2022 09:55 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 145 kali
Mendalami Kurikulum Sekolah Penggerak Melalui Diklat Revitalisasi Tingkat Sekolah

            Kado akademik bagi guru dan tenaga kependidikan SMA N 6 Kota Komba awal tahun 2022 ini adalah sebuah pelatihan dalam rangka merevitalisasi kuri

13/01/2022 09:55 - Oleh Maksimilianus Galawanto - Dilihat 279 kali
MEMBACA SEBAGAI SATU GERAKAN BERSAMA

Membaca adalah budaya orang berpendidikan. Mengunjungi perpustakaan semestinya menjadi panggilan dann kebiasaan orang berpendidikan maupun terdidik. Salah satunya dengan revitalisasi pe

29/11/2021 11:46 - Oleh Wihelmina Jaja - Dilihat 136 kali
SMA Negeri 6 Kota Komba Gelar Senam Bersama: Sebuah Catatan Kecil

Tubuh yang sehat adalah impian setiap orang. Kesehatan merupakan kebutuhan vital dan perlu usaha dan perjunahan. Sehat tidak datang dengan sendirinya tetapi perlu ada upaya dari dalam d

05/11/2021 20:09 - Oleh Petrus Kanisius Foju - Dilihat 172 kali
Seleksi PPPK; Ujian Terhadap Kompetensi Dan Profesionalitas Guru

Setelah lebih dari 16 tahun akhirnya pemerintah melakukan perubahan dalam pengelolaan Apartur Sipil Negara (ASN). Salah satu perubahan besar adalah mengenai pembagian jenis kepegawaian

02/11/2021 11:22 - Oleh Petrus Kanisius Foju - Dilihat 165 kali