• SMA NEGERI 6 KOTA KOMBA
  • LONG LIFE EDUCATION_ LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU TAPI PERKATAANKU TIDAK AKAN BERLALU_ BELAJAR SEPANJANG MASA

MEMBACA SEBAGAI SATU GERAKAN BERSAMA

Membaca adalah budaya orang berpendidikan. Mengunjungi perpustakaan semestinya menjadi panggilan dann kebiasaan orang berpendidikan maupun terdidik. Salah satunya dengan revitalisasi peran dan fungsi perpustakaan yang ada di sekolah. Perpustakaan harus menjadi penunjang kebiasaan membaca para siswa maupun para guru. Untuk diketahui, penulis saat ini mengabdi sebagai guru di SMA Negeri 6 Kota Komba Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, kabupaten Manggarai Timur. Penulis sangat mendukung gagasan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kota Komba bapak Frumensius Hemat, S. Fil pada setiap upacara bendera. Beliau mengajak para siswa untuk senantiasa berkunjung ke perpustakaan sekolah. SMA Negeri 6 Kota Komba sudah menyiapkan perpustakaan yang menujung minat bakat para siswa. Bapak Kepala Sekolah mengharapkan partisipasi aktif dari para siswa. Karena jelas ada perbedaan mendasar antara para siswa yang gemar membaca dengan para siswa yang malas membaca. Siswa yang rajin membaca di perpustakaan akan mendapat nilai tambah bagi perbendaharaan katanya. Ia akan terlibat aktif saat berdiskusi. Sedangkan siswa yang malas membaca akan enggan untuk berdiskusi. Tentu ia akan ketinggalan informasi-informasi dunia. Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama.

Dalam pengamatan penulis, ada beberapa alasan mengapa minat baca siswa rendah. Pertama, di lingkungan keluarga tidak punya kebiasaan membaca. Hal ini tidak dimungkiri. Kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh. Di rumah, tidak ada buku yang dipajang di lemari. Hal ini memengaruhi minat anak untuk membaca. Tak heran jika minat baca tidak dibangun sejak dari rumah. Kedua, para guru pun tidak punya kebiasaan membaca. Guru adalah teladan. Apa yang diucapkan tentu selaras dengan apa yang dilakukan. Ketika guru memberi nasehat kepada para siswa untuk membaca namun guru tidak membaca, tentu para siswa akan enggan untuk membaca. Tak heran, minat baca siswa pun tidak bertumbuh. Ketiga, koleksi buku di sekolah tidak banyak. Bicara membaca, tentu akan mengarah kepada koleksi buku. Ada siswa yang tertarik membaca buku novel, ada siswa yang tertarik membaca buku pelajaran. Juga ada siswa yang tertarik membaca ensiklopedi. Hanya saja, sekolah tidak menjawab kebutuhan akan perbedaan koleksi buku ini. Hal ini membuat para siswa enggan berkunjung ke perpusatakaan.

Berangkat dari ketiga akar permasalahan ini, penulis berpikir membaca atau literasi perlu menjadi gerakan kita bersama. Bukan hanya tanggung jawab para guru akan tetapi juga menjadi tugas dan tanggung semua pihak. Keluarga dan pemerintah berkewajiban menjadikan membaca sebagai budaya. Bagi keluarga, perlu menumbuhkan kebiasaan membaca. Di rumah hendaknya para orang tua memberi ruang kepada adanya buku dan koran atau sumber bacaan yang ramah anak. Di lemari atau sudut ruangan hendaknya disimpan buku. Dengan melihat adanya buku, anak tentu akan tertarik. Dari tertarik, sang anak akan pelan-pelan mengambil buku dan mulai membaca. Selain para orang tua diharapkan selalu memberi semangat dan dorongan kepada anak untuk selalu berkunjung ke perpustakaan saat di sekolah.

Kedua, bagi para kepala sekolah hendaknya mulai menunjukan keberpihakan kepada semangat literasi. Dukungan tersebut bisa pada pengadaan buku dengan koleksi yang menjangkau keinginan para siswa. Novel, koran Nasional, ensiklopedi, cerita bergambar, komik atau koleksi buku lainnya. Anggaran dana BOS hendaknya mengakomodir kebutuhan ini. Selain itu, kepala sekolah juga bisa menggunakan haknya sebagai pemimpin di sekolah dengan mengarahkan para guru untuk mendampingi para siswa berkunjung ke perpustakaan. Kepala sekolah hendaknya juga turut aktif menggerakkan semangat membaca baik di perpustakaan maupun di kelas.

Selain para orang tua dan kepala sekolah, pemerintah dalam hal ini kepala desa /lurah juga bisa berpartisipasi menggerakkan kebiasaan membaca. Kepala desa bisa menganggarakan dana desa/Kelurahan untuk mendirikan taman baca masyarakat. Sehingga para siswa saat pulang sekolah juga memiliki tempat untuk menyalurkan minat baca yakni di taman baca yang telah didirikan oleh pemerintah desa. Dengan tanggung bersama ini, penulis yakin kebiasaan membaca bukan hanya sekadar teori tapi juga sebagai satu gerakan.

Dengan partisipasi aktif dari semua pihak, membaca bukan hanya sebatas diskusi di warung kopi semata. Membaca bukan hanya sebatas topik yang selalu kita perdebatkan. Akan tetapi membaca akan menjadi satu gaya hidup. Di rumah, anak-anak menghabiskan waktu dengan membaca. Di sekolah, perpustakaan akan menerima banyak kunjungan dari para siswa. Di lingkungan masyarakat pun, membaca menjadi kebiasaan masyarakat. Para siswa setidaknya menjadi agen di tengah masyarakat. Ada warga yang tentunya tertarik untuk mengikuti kebiasaan positif yang digerakkan oleh para siswa. Untuk itu penulis berharap, membaca hendaknya menjadi gerakan bersama. Baik itu oleh orang tua, kepala sekolah bersama para guru dan pemerintah dalam hal ini kepala desa. Tugas kita Bersama menghantar generasi muda menjadi manusia yang cerdas dan berwawasan luas.

Salam Literasi untuk kita semua.

 

Komentar

Mantap Ibu, Salam Literasi

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Mendalami Kurikulum Sekolah Penggerak Melalui Diklat Revitalisasi Tingkat Sekolah

            Kado akademik bagi guru dan tenaga kependidikan SMA N 6 Kota Komba awal tahun 2022 ini adalah sebuah pelatihan dalam rangka merevitalisasi kuri

13/01/2022 09:55 - Oleh Maksimilianus Galawanto - Dilihat 132 kali
SMA Negeri 6 Kota Komba Gelar Senam Bersama: Sebuah Catatan Kecil

Tubuh yang sehat adalah impian setiap orang. Kesehatan merupakan kebutuhan vital dan perlu usaha dan perjunahan. Sehat tidak datang dengan sendirinya tetapi perlu ada upaya dari dalam d

05/11/2021 20:09 - Oleh Petrus Kanisius Foju - Dilihat 81 kali
Seleksi PPPK; Ujian Terhadap Kompetensi Dan Profesionalitas Guru

Setelah lebih dari 16 tahun akhirnya pemerintah melakukan perubahan dalam pengelolaan Apartur Sipil Negara (ASN). Salah satu perubahan besar adalah mengenai pembagian jenis kepegawaian

02/11/2021 11:22 - Oleh Petrus Kanisius Foju - Dilihat 86 kali
Peran Administrasi Pendidikan dalam Kaitan dengan Merdeka Belajar

Pendidikan dari hari ke hari terus berubah seiring perjalanan waktu. Kurikulum pendidikan silih berganti. Peran Lembaga Pendidikan sebagai salah satu tempat  dimana para siswa bole

29/10/2021 09:14 - Oleh Hieronimus Kulas - Dilihat 203 kali
Oretan Sederhana Di Bulan Bahasa

“ The Power Of “ BAHASA Sebuah Refleksi Sederhana Tentang Sang Bahasa Di Bulan Bahasa Jika Celine Dion mengilustrasikan bagaimana besarnya kekuatan cinta dalam lagu lawasn

28/10/2021 16:54 - Oleh Robertus Higmat Alang - Dilihat 75 kali
Hari Sumpah Pemuda: SMAN 6 Kota Komba Gelar Aneka Lomba Akademik dan Seni

Kisol, 28 Oktober 2021, SMAN 6 Kota Komba menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 93. Diawali dengan upacara bendera di halaman SMAN 6 Kota Komba, seluruh civitas akademika, dar

28/10/2021 11:45 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 89 kali
MERDEKA MENGAJAR

MERDEKA MENGAJAR (Antara Harapan dan Kenyataan) Bulan Agustus yang lalu kita baru saja merayakan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan yang ke-76. Selama lebih dari tujuh dekade, kita mel

27/10/2021 23:09 - Oleh Robertus Higmat Alang - Dilihat 89 kali
BERBAHASA SEHAT, INDONESIA TANGGUH!

Judul tulisan ini cukup menarik untuk dikomentari oleh siapapun dan dari kalangan manapun sesuai dengan pemahaman dan kepentingannya. Tema ini menjawab salah satu dilema bangsa saat ini

27/10/2021 22:24 - Oleh Maria Fatima Baru - Dilihat 95 kali
Membangun Pendidikan Karakter Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

Sistem Pendidikan Indonesia saat ini sangat menitikberatkan pada pendidikan karakter. Pada hakikatnya, pendidikan karakter merupakan suatu sistem pendidikan yang berupaya menanamkan nil

27/10/2021 10:18 - Oleh Melki Flavianus Sino - Dilihat 126 kali
Bapak dan ibu guru mari terus belajar

Long life education, belajar sepanjang hayat adalah kebijakan tertinggi dalam hidup ini. Kemampuan, wawasan dan kompetensi kita tidak akan sekali jadi dan selesai. Justru kemampuan dan

19/07/2021 13:11 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 102 kali