• SMA NEGERI 6 KOTA KOMBA
  • LONG LIFE EDUCATION_ LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU TAPI PERKATAANKU TIDAK AKAN BERLALU_ BELAJAR SEPANJANG MASA

Catatan Kecil Dari Perlombaan Hardiknas Bagi SMAN 6 Kota Komba

Hidup jika tidak direflesikan sebaiknya jangan diteruskan... Demikian Sokrates, filsuf Yunani Kuno bersabda. Titik tolak dari kehidupan yang lebih baik dan terarah adalah refleksi yang terus menerus terkait diri sendiri, orang lain atau pun masyarakat. Kekuatan perubahan dan kemajuan pada dasarnya bertolak dari dalam dan tajamnya sebuah gugatan reflektif. Itu pesona yang tidak pernah pudar. Siapa saja yang selalu berefleksi dalam kehidupan, ia akan menuai banyak buah tindakan dan target yang dihasilkan. Dalamnya sebuah refleksi akan melahirkan ide, gagasan dan temuan yang bisa meracik dan membangun pada kehidupan selanjutnya. Inilah salah satu kekuatan refleksi. Sokrates menggunakan metode elenchus dalam hal. Sebuah aksi berpikir, tindakan mengeluarkan  ide atau gagasan yang menyegarkan, visioner dan inovatif. Layaknya seorang bidan dengan teknik dan caranya membantu proses persalinan. Ini catatan awal refleksi

Sekolah wajib membuka akses murid untuk berlomba

Apapun keadaan sekolah saat ini, kekurangan dan kelebihan yang ada dalam sekolah tidak menjadi halangan utama dalam mengikuti berbagai ajang kompetisi yang melibatkan anak didiknya. Ini prinsip dasar yang utama. Kepala sekolah dan guru wajib membuka akses, gerbang besar bagi peserta didik untuk belajar berkompetensi, menunjukkan bakat dan minat yang ada dalam diri peserta didiknya. Alasan ketiadaan dana dan keterbatasan lainnya adalah sebuah langkah mundur dan menunjukkan cara berpikir yang beralaskan masalah. Prihatin. Ada satu prinsip penting yang dilintarkan beberapa kepala sekolah. " Sekolah saya terlibat penuh dalam berbagai ajang kompetensi siswa sebagai momentum yang elegan bagi siswa menunjukan diri dan kapasitasnya. Soal juara atau tidak urusan kesekian." Sebuah komitmen yang luar biasa untuk berorientasi pada pemenuhan akses belajar dan kebutuhan pelajar siswa itu sendiri. Jangan lupa bahwa pengalaman eksistensial, hadir bersama dengan kepala sekolah yang lain, guru-guru yang lain, peserta didik yang lain adalah momen terbaik sebagai pijakan refleksi

Program Reguler Sekolah Untuk Selalu Mengadakan berbagai perlombaan

Gerakan senyap, masif, dan terpogram di internal sekolah wajib hukumnya. Sekolah harus mampu menyelenggarakan berbagai perlombaan dan kompetensi. Ini adalah strategi jitu dalam menumbuhkan dan mengembangkan bakat, minat dan kompetensi peserta didiknya. Sekolah yang minim melaksanakan berbagai perlombaan yang melibatkan peserta didiknya hampir dapat dipastikan agak sulit meraih prestasi dalam perlombaan antar sekolah. Ini hukum dan ketentuan dasarnya. Dalam catatan perjalanan lomba di SMAN 6 Kota Komba ada beberapa mata lomba yang cukup berbicara banyak misalnya debat bahasa Indonesia, lomba paduan suara dan lain lain. Liat dan pembuktiannya pada sekolah sekolah yang banyak mengukir prestasi di ajang hardiknas ini memiliki riwayat kegiatan perlombaan di lingkungan internal sekolahnya. Pada titik ini akses menunjukan kualitas dan kompetensi murid senantiasa dipupuk dan dikembangkan. Itu!!. Hal yang lebih menyedihkan jika tidak pernah membuat kegiatan secara internal namun paksa diri mengikuti ajang perlombaan antar sekolah. Hasilnya langsungbisa diketahui. Nihil. Hal kedua yang lebih menyedihkan adalah guru yang bertugas mendampingi murid, mentor dalam berbagai perlombaan tidak memiliki kompetensi, gairah meningkatkan minat dan bakat muridnya. Murid mau mengharapkan apa dari lemahnya kapasitas dan  kompetensi gurunya. Secara sederhana bisa dikatakan seperti ini. Jika ingin mengutus muridnya dalam lomba menulis puisi, guru pembimbing itu sendiri harus mampu menghasilkan puisi atau tulisannya. Contoh lain, murid akan pandai berargumentasi dan berdebat jika gurunya selalu sediakan waktu dan melatih muridnya berdebat. 

Kontemplasi, Meditasi:Kekuatan untuk beraksi

Momentum perlombaan atau kompetisi apapun yang melibatkan peserta didik menjadi cermin yang memantulkan dinamika, gerak dan perjuangan bagi kepala sekolah, guru dan murid itu sendiri. Catatan prestasi atau catatan tidak memiliki prestasi apapun adalah dasar bijak untuk merenung, meditasi dan refleksi. Dari sana akan melahirkan aneka ide dan gagasan cemerlang untuk memulai sesuatu yang baru. Ide dan gagasan selanjutnya diikuti oleh aksi dan kegiatan yang mendekatkan jarak antara harapan dan kenyataan. Selagi langit masih biru dan surya tetap digdaya bersinar tidak ada alasan apapun berjuang dan bekerja. Semoga catatan refleksi ini menghasut dan menggugat kemapanan dan "malas bergerak" dalam dinamika sekolah kita ke depannya. 

Ayoo bergerak... 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Membidik Potensi Wisata Kuliner Lokal Orang Rongga Lewat Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMAN 6 Kota Komba

Tulisan kecil ini bertolak dari keresahan yang cukup panjang terkait hidup dan matinya potensi 

29/04/2022 07:31 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 29 kali
KARTINI DAN EMANSIPASI WANITA ZAMAN NOW

Setiap tanggal 21 April sejak tahun 1964 merupakan hari bersejarah bagi pergerakan kaum perempuan Indonesia. Tanggal itu merupakan cikal bakal lahirnya ruang kebebasan wanita atau kaum

21/04/2022 07:03 - Oleh Maria Fatima Baru - Dilihat 156 kali
Catatan Refleksif Pasca Webinar Unika St. Paulus Ruteng: Rekognisi Sosial dan Intelektual Dengan Menulis Karya Ilmiah

Pagi mendung tak surutkan langkah Lewat webinar yang bukan setengah setengah Awalnya sedikit susah Suatu saat jadi lumrah dan meriah   Saya mulai dengan ucapan terima kasih ke

19/03/2022 12:22 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 93 kali
Membangun Jiwa Entrepreneurship Lewat Proyek Wu'u Di SMAN 6 Kota Komba

Tulisan kecil ini pada dasarnya mau mengamankan sebuah ide yang biasa-biasa saja. Ide tentang membangun dan menciptakan branded tersendiri dari SMAN 6 Kota Komba, dari output proyek pen

08/02/2022 17:48 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 165 kali
Catatan Kecil Kegiatan Bedah Buku: Petra Book Club, Bekas Sanpio dan Komunitas literasi SMAN 6 Kota Komba

Kemarin, tepatnya 3 Februari 2022, bertempat di Lopo Taman Baca Ad Lumen Sanpio, sekolompok kecil yang terdiri dari tiga lembaga: Petra Book Club, Bekas Sanpio dan Komunitas litera

04/02/2022 09:55 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 145 kali
Mendalami Kurikulum Sekolah Penggerak Melalui Diklat Revitalisasi Tingkat Sekolah

            Kado akademik bagi guru dan tenaga kependidikan SMA N 6 Kota Komba awal tahun 2022 ini adalah sebuah pelatihan dalam rangka merevitalisasi kuri

13/01/2022 09:55 - Oleh Maksimilianus Galawanto - Dilihat 279 kali
MEMBACA SEBAGAI SATU GERAKAN BERSAMA

Membaca adalah budaya orang berpendidikan. Mengunjungi perpustakaan semestinya menjadi panggilan dann kebiasaan orang berpendidikan maupun terdidik. Salah satunya dengan revitalisasi pe

29/11/2021 11:46 - Oleh Wihelmina Jaja - Dilihat 136 kali
SMA Negeri 6 Kota Komba Gelar Senam Bersama: Sebuah Catatan Kecil

Tubuh yang sehat adalah impian setiap orang. Kesehatan merupakan kebutuhan vital dan perlu usaha dan perjunahan. Sehat tidak datang dengan sendirinya tetapi perlu ada upaya dari dalam d

05/11/2021 20:09 - Oleh Petrus Kanisius Foju - Dilihat 172 kali
Seleksi PPPK; Ujian Terhadap Kompetensi Dan Profesionalitas Guru

Setelah lebih dari 16 tahun akhirnya pemerintah melakukan perubahan dalam pengelolaan Apartur Sipil Negara (ASN). Salah satu perubahan besar adalah mengenai pembagian jenis kepegawaian

02/11/2021 11:22 - Oleh Petrus Kanisius Foju - Dilihat 165 kali
Peran Administrasi Pendidikan dalam Kaitan dengan Merdeka Belajar

Pendidikan dari hari ke hari terus berubah seiring perjalanan waktu. Kurikulum pendidikan silih berganti. Peran Lembaga Pendidikan sebagai salah satu tempat  dimana para siswa bole

29/10/2021 09:14 - Oleh Hieronimus Kulas - Dilihat 1299 kali