• SMA NEGERI 6 KOTA KOMBA
  • LONG LIFE EDUCATION_ LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU TAPI PERKATAANKU TIDAK AKAN BERLALU_ BELAJAR SEPANJANG MASA

Sumpah Pemuda dan Komitmen Untuk Berubah

Sumpah Pemuda dan Komitmen Untuk Berubah

(Refleksi Hari Sumpah Pemuda)

 

Sebagai bangsa yang merdeka dan menghayati setiap perjuangan pasti kita tidak akan lupa dengan peristiwa yang telah terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada Tahun 2022 ini kita bangsa Indonesia kembali mengenang peristiwa tersebut yang sudah kita lewati selama 94 tahun yaitu Sumpah Pemuda. Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia bahwa Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Sumpah Pemuda adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27—28 Oktober 1928 di Batavia (kini bernama Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini diharapkan menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia dan agar disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan. 

Dengan segala keterbatasan para pemuda waktu itu mereka tetap optimis untuk berjanji dan bersumpah agar bisa memberikan segenap perjuangannya demi Indonesia tercinta. Para pemuda berkomitmen untuk mempersembahkan dirinya untuk kemajuan bangsa Indonesia walaupun berada di antara gempuran dan serangan para penjajah. Lalu bagaimana dengan kita? Sebagai seorang pendidik tentu kita memiliki banyak catatan yang dirangkum dalam legenda sejarah perjuangan bangsa. Apakah kita hanya berani bersejarah? Tentu saja TIDAK. Usaha mewujudkan kecintaan kita terhadap Indonesia saat ini adalah memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman kita masing-masing. Kita harus berani untuk beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. 

Wujud kecintaan para pendidik terhadap Indonesia adalah tertuang dalam filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yaitu perubahan cipta, rasa dan karsa harus seimbang. Sebagai pendidik atau guru kita mempunyai peran yang sangat besar dalam membantu peserta didik untuk olah cipta (menajamkan pikiran), olah rasa (menghaluskan rasa), olah karsa (memperkuat kemauan) dan olah raga (menyehatkan jasmani). Pendidikan itu harus holistik dan seimbang. Jika kita sebagai guru melakukan pendidikan yang seimbang maka akan dapat menghadirkan generasi yang penuh dengan kebijaksanaan. Pendidikan harus memenuhi proses tumbuh kembang anak. Peserta didik tidak ada yang sama, bahkan kembar identik sekalipun. Peserta didik berkembang sesuai keunikannya sendiri. Mereka pun memiliki kemampuan yang berbeda, kecepatan belajar yang berbeda pula. Sebagai pendidik atau guru, maka harus benar-benar memahami hal tersebut. Mereka tidak bisa dipaksakan untuk menguasai semua kompetensi yang ada. Kitalah sebagai gurunya yang harus mampu memunculkan keunikan pribadi yang menjadi bakatnya untuk kemudian dikembangkan menjadi suatu kelebihan yang membawa manfaat bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Kita fasilitasi mereka untuk mengoptimalkan potensinya sesuai dengan keunikannya masing-masing. 

Hal lain atau aksi nyata yang kami lakukan di tingkat sekolah (SMA Negeri 6 Kota Komba) dalam memperingati hari Sumpah Pemuda adalah memberikan akses belajar yang lebih kepada peserta didik dengan meramunya dalam kegiatan Bulan Bahasa yang puncaknya jatuh pada tanggal 28 Oktober setiap tahun. Akses belajar ini diberikan kepada siswa dengan berbagai ajang perlombaan, seperti Debat (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia), menulis opini, puisi, vokal solo dan masih banyak lagi kegiatan yang bersentuhan langsung dengan minat dan bakat siswa dalam hal literasi dan numerasi. Point penting dari kegiatan ini adalah bagaimana guru sebagai pendidik mampu berperan sebagai aktor, fasilitator dan motivator bagi peserta didik. Jika siswa sudah dibekali dengan kegiatan postif yang dapat mempengaruhi kejiwaannya maka pembelajaran yang disajikan guru akan terasa lebih bermakna. Dengan semangat sumpah pemuda dan kecintaan terhadap Indonesia maka menjadi guru di zaman ini merupakan tuntutan profesionalitas yang selalu bersedia untuk menuntun peserta didik tanpa mengabaikan kodrat alam dan zamannya. Lagi-lagi, sebagai guru suka atau tidak, di luar kelebihan dan kelemahannya, baik atau tidak wataknya, guru sudah dipandang sebagai orang yang hebat dan memiliki tekad yang mulia untuk memberikan kemerdekaan belajar bagi peserta didiknya. Sejatinya guru memiliki kesempatan emas untuk menjadi motivator yang akan selalu menuntun peserta didiknya dalam upaya mewujudkan peserta didik yang merdeka dan suci hatinya.

Di akhir refleksi ini saya mengajak kita semua untuk memaknai Hari Sumpah Pemuda ini dengan berkomitmen untuk menjadikan siswa sebagai sumber pengetahuan yang akan membelajarkan kita dalam memahami pengetahuan baru di zaman ini. Tetap semangat karena peran guru tidak dapat digantikan oleh siapapun.

Tulisan Lainnya
Pendekatan "Kurang Ajar" Kepala Sekolah: Benar atau Salah (Sebuah Celoteh Ringan)

Kata awal : memilih diksi "kurang ajar" Kening pembaca pasti berkerut berlapis lapis membaca judul refleksi kecil ini. Bertolak pada kata kurang ajar saja, pikiran pembaca langsung dia

27/01/2023 17:22 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 115 kali
Kumerenung

Langit cerah beranjak gelap mendung  Aku duduk terpekur dan merenung  Kadang sesak dadaku oleh nafas panjang  Entalah untuk apa semuanya ini dipajang  Waktu teru

27/01/2023 12:54 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 14 kali
Giat MKKS SMA Manggarai Timur: Antara Aksi Sensasional atau Substansial? (Refleksi Kecil Di Hari Guru Nasional Tahun 2022)

Kata awal Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Manggarai Timur saat ini telah memasuki tahapan pergantian pengurus lama ke yang baru. Frumensius Hemat, cs terpilih menahkodai wadah besa

19/11/2022 12:04 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 56 kali
Doa Di Medsos: Antara Didengar Tuhan dan Diamini Tetangga

Catatan awal Tulisan kecil mungil ini bertolak dari keresahan kecil, tidak mempengaruhi netizen, mematikan ruang merdeka dalam bermedia sosial dan lain sebagainya. "Ah repot amat si lu

03/11/2022 13:03 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 76 kali
Status Di Medsos: Antara Mempertontonkan Kebodohan dan Kecerdasan

Tulisan kecil, ramping dan pendek ini berangkat dari keresahan yang cukup beralasan dari penulis. Penulis sekedar mengarahkan pembaca lewat konsep berpikir dan berefleksi terkait penggu

23/08/2022 21:12 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 196 kali
Akses Belajar Murid Dalam Kegiatan Kepanitiaan Turnamen Sepak Bola SMA dan SMK Kabupaten Manggarai Timur

Kata Awal Sesungguhnya kerja sama dan kolaborasi yang dipraktikkan dalam kehidupan bersama adalah cerminan semangat gotong royong dan bernilai pancasilais. Fakta membuktikan bahwa kerj

21/06/2022 21:54 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 177 kali
Membidik Potensi Wisata Kuliner Lokal Orang Rongga Lewat Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMAN 6 Kota Komba

Tulisan kecil ini bertolak dari keresahan yang cukup panjang terkait hidup dan matinya potensi 

29/04/2022 07:31 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 163 kali
KARTINI DAN EMANSIPASI WANITA ZAMAN NOW

Setiap tanggal 21 April sejak tahun 1964 merupakan hari bersejarah bagi pergerakan kaum perempuan Indonesia. Tanggal itu merupakan cikal bakal lahirnya ruang kebebasan wanita atau kaum

21/04/2022 07:03 - Oleh Maria Fatima Baru - Dilihat 341 kali
Catatan Kecil Dari Perlombaan Hardiknas Bagi SMAN 6 Kota Komba

Hidup jika tidak direflesikan sebaiknya jangan diteruskan... Demikian Sokrates, filsuf Yunani Kuno bersabda. Titik tolak dari kehidupan yang lebih baik dan terarah adalah refleksi yang

04/04/2022 06:02 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 250 kali
Catatan Refleksif Pasca Webinar Unika St. Paulus Ruteng: Rekognisi Sosial dan Intelektual Dengan Menulis Karya Ilmiah

Pagi mendung tak surutkan langkah Lewat webinar yang bukan setengah setengah Awalnya sedikit susah Suatu saat jadi lumrah dan meriah   Saya mulai dengan ucapan terima kasih ke

19/03/2022 12:22 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 212 kali