• SMAN 6 KOTA KOMBA
  • LONG LIFE EDUCATION_ LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU TAPI PERKATAANKU TIDAK AKAN BERLALU_ BELAJAR SEPANJANG MASA
  • info@sman6kotakomba.sch.id dan smanegeri6_kisol@yahoo.com
  • 085338311508
  • RSS
  • Pencarian

Menjadi Guru Yang Merdeka Mengajar

Pagi ini ada percakapan singkat dengan rekan guru seputaran menjadi guru yang merdeka mengajar dan belajar. Guru yang hebat adalah guru yang merdeka dalam mengajar, merdeka dalam memberi akses belajar kepada peserta didiknya.  Guru yang merdeka biasanya lahir dari proses belajar yang panjang, ada niat untuk berkompeten dan berakhir profesional.  Menurut rekan kerja saya itu,  seorang guru yang merdeka belajar menentukan secara pasti model dan metode ajar yang berkualitas dan efektif di hati dan pikiran siswanya. 

Menjadi guru yang merdeka mengajar tidaklah mudah. Butuh proses panjang.  Iya,  untuk menjadi seorang ahli butuh latihan yang panjang, butuh ujian yang ringan atau berat.  Ibarat emas,  akan diuji keasliannya di dalam tanur api yang menyalah-nyalah. Emas palsu akan hangus terbakar dan hilang tak berbekas.  Menjadi guru yang merdeka mengajar,tidak lagi merasa terbelenggu oleh tuntutan persiapan perangkat pembelajaran. Guru harus ditempatkan pada situasi yang membebaskan. Guru yang merdeka sudah tahu dengan baik apa yang harus dia lakukan. Singkatnya dia tahu apa yang dia mau dan apa yang siswa mau. Meminjam bahasa iklan sprite, "Kutahu yang kumau"!!! 

Tidak semua guru mampu menjadi guru yang merdeka mengajar. Kadang situasi sekolah mematikan ruang geraknya.  Aksesnya ditutup.  Lama kelamaan bukan lagi menjadi guru yang merdeka menjadi guru yang terjajah. Guru yang terjajah oleh konsep kepala sekolah yang menyamaratakan semua karakter mata pelajaran dan karakter dirinya sendiri. Misalnya mengharuskan semua guru membuat video pembelajaran, diupload dan kemudian mengharuskan siswanya menonton. Pertanyaannya, apakah ini efektif? Apakah siswa siap? Bagaimana dengan siswa yang tidak memiliki handphone atau pulsa data? Ujung ujungnya siswa menjadi bosan dan guru pun menjadi layu. 

Pada titik inilah peran seorang guru yang merdeka mengajar sangat dibutuhkan.  Dia tahu apa yabg harus dilakukan. Dalam situasi pandemi covid 19 ini atau bukan,  guru harus diberi kebebasan untuk menyiapkan perangkat belajarnya. Guru yang merdeka mengajar harus diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Penulis yakin, ada dua dan tiga orang guru yang merdeka dalam mengajar pasti akan memberi efek ke guru yang lain.  Semoga goresan kecil ini memantik dan menghasut insan guru untuk berani menjadi guru yang merdeka dalam mengajar dan belajar.  Amin

 

 

Kisol, 02 feb 2021

Frumensius Hemat,  S. Fil

 

Komentari Tulisan Ini