• SMA NEGERI 6 KOTA KOMBA
  • LONG LIFE EDUCATION_ LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU TAPI PERKATAANKU TIDAK AKAN BERLALU_ BELAJAR SEPANJANG MASA

Ke sekolah untuk hura hura atau bekerja? Posisi kita dimana?

Pertanyaan ini sedikit menghujam sanubari, hati nurani yang bersemayam dalam tubuh.. Panggilan menjadi guru adalah pilihan. Titik!! Artinya aku menutup mata bahkan hati terhadap tawaran pekerjaan lainnya di dunia ini. Tugas dan pekerjaanku menjadi guru. Dalam tugas ini saya harus menunjukkan kinerja dan profesionalisme dalam tugas. 

Hura hura vs bekerja

Jadi guru di sekolah bukan untuk hura-hura. Guru ke sekolah untuk mengajar dan membimbing siswa. Bekerja singkatnya. Kalau hanya datang hanya untuk hura hura bukan di sana tempatnya. Kalau datang sekolah hanya untuk diam dan tidak hadir di kelas, pertanyaannya datang untuk apa? Apakah hura-hura, tidak mengajar di sekolah juga bagian dari tugas guru yang mulia?

Terlambat dan tidak ada rasa bersalah

Sudah terlambat ke sekolah seolah-olah tidak ada apa apanya. Nothing to lose…sepertinya biasa biasa saja dan menjadi bangga untuk itu? Rasa bersalah masih ada atau belum? Terlambat tiap hari dan saya menjadi nominator yang selalu disebut sebut untuk itu? Bangga? Ketika siswa harus menanti dengan gelisah dan cemas membayangkan guru menerima upah dari mereka tanpa rasa bersalah dan berdosa.

Money oriented vs profesionalisme

Apakah saya guru yang ingin dihasut dengan uang dalam bekerja? Ketika undangan menerima upah datang dan kita paling cepat hadir untuk menerimanya? Ketika ajakan menerima uang disanggupi dengan tepat dan cepat bertabrakan dengan pertanyaan soal kinerja dan disiplin. Lalu profesionalisme guru ditempatkan pada bagian mana?

Guru pns vs guru komite

Antara keduanya siapakah yang harus memberi nilai lebih dan keteladanan? Bukankah seorang PNS menjadi yang terdepan dalam mengabarkan yang baik, disiplin, etos kerja yang baik dan disiplin? Ataukah seorang guru komite yang harus menunjukan itu semua?

Pemimpin yang lemah vs guru yang (masa) bodoh

Situasi ini menggambarkan pemimpin yang lemah atau memang guru masa bodoh dengan setiap tugas dan tanggung jawan yang diberikan? Ketika guru disuruh untuk menyiapkan perangkat ajar tidak kelar kelar dan muka bersungut-sungut untuk itu? Ketika pemimpin sedikit keras dan disiplin tentang ini di sana sini ada gossip yang tak bernilai. Gosipnya kelas kambing karena hanya ada di balik rumput.

Silahkan menilai diri sendiri? Kadang saya sebagai kepala sekolah capai menegur? Capai mengingatkan? Saya menyerahkan pada hati nurani dan kesadaran? Ah kesadaran, ketika saya harus menulis kata ini rasa-rasanya menanggung beban yang tak pernah selesai.

Kisol, 25 Agustus 2021

Terima kasih

Kepsekmu…

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bakti

Selamat pagiDari kota BekasiTeruslah kita beraksiSampai selesai Itulah visiBerakhir di misiMari kita unjuk aksiDengan semangat pagi Di medan baktiTugas kita akan dinilaiBukan karena ada

14/09/2021 08:19 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 91 kali
PMI Manggarai Timur Periksa Golongan Darah Di SMAN 6 Kota Komba

Selasa, 07 September 2021, Palang Merah Indonesia Kabupaten Manggarai Timur menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan golongan darah di SMAN 6 Kota Komba. Sebanyak 200 peserta didik dan par

07/09/2021 12:01 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 55 kali
Simulasi AKM Di SMAN 6 Kota Komba Berjalan Sukses

Hari ini, Kamis, 26 Agustus 2021 SMAN 6 Kota Komba menyelenggarakan kegiatan simulasi AKM (Asesmen Kompetensi Nasional) yang melibatkan peserta didik kelas 11. sebanyak 45 peserta didik

26/08/2021 11:00 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 85 kali
Hujan

Hujan Datang dengan deras Seakan melembutkan hati yang keras   Hujan Datang dengan kencang Membawa kabar menang   Hujan Kembali membasahi bumi Seakan mendukung apapun berisi &

26/08/2021 08:33 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 42 kali
Merdeka Belajar

Merdeka belajar adalah arah Kalo selama ini salah kaprah Jangan pernah menyerah Nanti kita akan berbenah   Kita berdiri Untuk memberi arti Untuk anak anak negeri Teruslah mengabdi

14/08/2021 17:21 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 43 kali
Mentari

mentari tak pernah usai menyapa setiap hati tak akan layu dan lunglai jangan lekas puas diri jadilah terang yang berseri teruslah mencari puas nurani dan akal budi selalu ada medan bakh

09/08/2021 08:33 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 53 kali
Tim Survey PUPR Provinsi NTT Survey Lokasi Dampak Seroja di SMAN 6 Kota Komba

Kisol, 29/07/2021, Tim PUPR Provinsi NTT mengadakan survey di SMA yang mengalami dampak kerusakan akibat badai seroja beberapa bulan lalu. Tim survei dibawah pimpinan Bapak Welem Oemata

29/07/2021 21:04 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 107 kali
Bapak dan ibu guru mari terus belajar

Long life education, belajar sepanjang hayat adalah kebijakan tertinggi dalam hidup ini. Kemampuan, wawasan dan kompetensi kita tidak akan sekali jadi dan selesai. Justru kemampuan dan

19/07/2021 13:11 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 60 kali
Karya Inovasi Kepsek SMAN 6 Kota Komba Siap Dicetak Penerbit Eduvation

Buku kumpulan puisi "Muridku.. Tengok Perut Gurumu, karya Kepala sekolah SMAN 6 Kota  Komba siap dirilis oleh penerbit Eduvation. Peristiwa membanggakan ini patut diapresiasi denga

19/07/2021 12:28 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 81 kali
Siapkan Prokes Ketat Sebelum Belajar Mengajar

Pandemi covid 19 belum selesai. Seruan 5 M belum berakhir. Di satu sisi tahun ajaran baru sudah menanti. Bagaimana mempersiapkan itu semua? Sadar atau tidak pandemi covid 19 mematikan k

16/07/2021 19:10 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 65 kali