You need to enable javaScript to run this app.

Membangun Jiwa Entrepreneurship Lewat Proyek Wu'u Di SMAN 6 Kota Komba

  • Selasa, 08 Februari 2022
  • Frumensius Hemat
Membangun Jiwa Entrepreneurship Lewat Proyek Wu'u Di SMAN 6 Kota Komba

Tulisan kecil ini pada dasarnya mau mengamankan sebuah ide yang biasa-biasa saja. Ide tentang membangun dan menciptakan branded tersendiri dari SMAN 6 Kota Komba, dari output proyek penguatan profil pelajar pancasila. Pada mulanya ada Program Sekolah Penggerak lalu muncullah keharusan di dalamnya untuk menyusun proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang bernafaskan beberapa tema penting yakni: gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, berbhinneka global, kewirausahaan, bangunlah jiwa raganya, bersuara dan berdemokrasi, dan berekayasa dan berteknologi. Kearifan lokal, kewirausahaan dan bangunlah jiwa raganya adalah tema-tema yang dipilih oleh sekolah. Tema ini dipilih bukan sekedarnya saja tanpa pertimbangan dan perhitungan yang matang. Baiklah untuk memperkecil titik fokus dalam tulisan ini, ada baiknya dibagi dalam beberapa diksi berikut ini

Wu'u? Apa Itu

Kawasan orang Rongga yang tersebar dari sisi selatan kota komba hingga selatan kelurahan tanah rata pada umumnya dihuni oleh suku-suku Rongga. Di sana terdapat aneka ragam produk budaya, entah dari sisi makanan lokal, bahasa, tarian, sastra lisan dan lain sebagainya. Ada beberapa kekhasan yang tak dapat dinafikan kebenarannya di antaranya soal bahasa,tarian dan beberapa makanan khas orang Rongga. Wu'u dalam bahasa Rongga, atau rebok dalam bahasa Manggarai adalah salah satu produk makanan lokal yang khas. Secara umum produk makanan lokal ini tersebar secara merata di Manggarai pada umumnya, namun kekhasan wu'u wilayah Rongga terdapat pada bahan baku, teknik pembuatan dan rasanya. Kalau di beberapa tempat lain, wuu/rebok ini terbuat dari beras yang ditumbuk halus, digoreng dalam kualitas dan dicampur santan kelapa, Wu'u orang Rongga terbuat dari jagung yang barusan dipanen, goreng bijinya lalu ditumbuk di wadah Lesung dengan Alu sebagai alat tumbuknya. Hasil tumbukan kemudian diayak halus dan siap dihidangkan. 

Wu'u adalah makanan khas yang digunakan dalam berbagai ritus dan acara adat lainnya. Salah satu kekhasan yang selalu dinanti pada masa lalu, adalah hidangan wu'u yang berwarna kuning menggoda selera tetamu tatkala mengikuti acara pernikahan, kenduri dan acara lainnya. Rasa semakin menyedot lidah ketika dicampur dengan gula Manggarai yang khas. Kopi dan teh menjadi penambah rasa nikmat, ketika wu'u itu dikunyang dan ditelan. 

Masih adakah Wu'u? 

Jaman terus berubah dan beberapa kekhasan makanan lokal semakin hilang dan menjauh dari keseharian masyarakat Rongga saat ini. Makanan pengganti wu'u bertebaran dimana-mana dan bervariasi. Pelan dan pasti, wu'u semakin jauh pergi. Tak ada lagi keinginan untuk membuat wu'u, tak ada lagi hidangan wu'u pada acara dan seremonial adat di wilayah rongga. Tar, kue kering, roti dan berbagai produk makanan jaman modern menjadi pilihan yang mudah diperoleh oleh siapa pun. Mudah dan cepat dan tidak merepotkan siapapun. 

Pertanyaan singkat di atas jelas menggugat eksistensi wu'u dalam kehidupan harian orang Rongga. Pertanyaan ini jelas memantik dan menggugat pihak sekolah untuk kembali ke kuliner lokal dalam proyek penguatan profil pelajar pancasila. Komponen di sekolah yang didominasi oleh orang Rongga semestinya menjadi penjaga tradisi dalam arti belajar dan menjadi pelaku terdepan yang menghasilkan wu'u. 

Wu'u: Antara Keinginan Menciptakan Branded Makanan Lokal dan Kenyataan. 

Geliat dan pergerakan SMAN 6 Kota Komba menetapkan pembuatan wu'u sebagai salah satu proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan ide yang sangat tepat dan mendesak. Mengapa? Pertama, bukan tidak mungkin produk lokal seperti akan lestari, bertahan dan diketahui oleh generasi saat ini. Sekolah sebagai tumpuan terakhir mesti menyediakan ruang dan waktu yang signifikan untuk melatih, memperkenalkan tata cara dan proses pembuatan wuu bagi peserta didik. Pemilihan bahan baku yang berkualitas dan teknik pembuatan yang tepat tentu berakhir pada produk wu'u yang berkualitas dan higienis. Kedua, sekolah turut berkontribusi dalam mewujudkan dan melestarikan budaya, terutama pada cita cita mempertahankan keaslian makanan lokal saat ini. Wu'u, makanan khas dan asli bukan tanpa alasan dapat dijadikan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomis dan berpeluang menjadi produk unggulan yang diminati oleh banyak orang. Ketiga, kualitas wu'u yang baik dan higienis didukung dengan kemasan yang bagus dan berkualitas bisa menjadi brand, atau ciri khas yang melekat erat di SMAN 6 Kota Komba. Keempat, komitmen kuat dan jiwa entrepreneur bisa tertanam dengan kuat dalam diri peserta didik. Semangat kewirausahaan dapat terbentuk dengan sangat baik jika dalam prakteknya, sekolah bisa memberi kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik. 

Jiwa Entrepreneurship: Berpikir Inovatif dan bertindak Kreatif

Mungkinkah sekolah menanamkan jiwa enterpreneur pada peserta didik? Sangat mungkin dan terbuka lebar. Harus ada lompatan yang besar dari cara berpikir dan bertindak. Sekolah bukan saja soal belajar mengajar materi pelajaran tertentu tapi juga membuka akses belajar yang menghasilkan barang dan jasa, memungkinkan untuk bertumbuhnya ekonomi kreatif, tumbuhnya dunia usaha dan sebagainya. Ini menjadi efek lainnya dari program sekolah penggerak, membuka akses belajar bagi peserta didik. Sebisa mungkin memjawabi kebutuhan dunia usaha dan pekerjaan peserta didik ke depannya. Tujuan lain dari keberadaan proyek wu'u adalah tetap terpeliharanya kelestarian budaya lokal dengan membungkusnya dengan jiwa enterpreneur yang elegan. 

 Wu'u bisa jadi branded

Setiap usaha dan pekerjaan harus disisipi dengan niat dan kemauan yang tinggi dan berorientasi ekonomis. Hasil olahan yang berkualitas dan sangat terjamin dari sisi higienis merupakan konsentrasi utama yang harus diperhatikan. Target untuk menciptakan wu'u sebagai makanan olahan yang digandrungi oleh konsumen adalah efek lain yang pasti muncul ketika sisi kualitas dan kesehatan terjamin. SMA Negeri 6 Kota Komba memiliki orientasi yang sangat tinggi untuk menjadikan wu'u sebagai branded yang melekat erat dalam kegiatan belajar mengajar, lebih khusus dalam penerapan program sekolah penggerak. 

Bagikan artikel ini:
Frumensius Hemat, S.Fil

- Kepala Sekolah -

Puji Syukur kita persembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah Dan rahmatnya sehingga akhirnya kami dapat meluncurkan kembali website…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana informasi yang dipublikasikan di website ini sungguh membantu anda?

Hasil