• SMA NEGERI 6 KOTA KOMBA
  • LONG LIFE EDUCATION_ LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU TAPI PERKATAANKU TIDAK AKAN BERLALU_ BELAJAR SEPANJANG MASA

Status Di Medsos: Antara Mempertontonkan Kebodohan dan Kecerdasan

Tulisan kecil, ramping dan pendek ini berangkat dari keresahan yang cukup beralasan dari penulis. Penulis sekedar mengarahkan pembaca lewat konsep berpikir dan berefleksi terkait penggunaan media sosial saat ini. Media sosial dengan berbagai macam jenis dan tawaran aplikasi, saat ini tentu  memudahkan interaksi antara pribadi satu dengan yang lainnya. Media sosial serentak dinilai sebagai bentuk kemajuan teknologi komunikasi dan informasi saat ini. Siapa pun hampir dipastikan menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi dan membagi informasi. Media sosial dipakai sebagai alat komunikasi dan informasi sekaligua media sosialisasi yang mudah, murah, cepat dan mampu membobol sekat sekat pembatas antara negara, suku bangsa atau agama, dan ruang privat sekalipun. Kekuatan dan power media sosial tidak diragukan lagi di jaman ini. Anak-anak, kaum muda atau kaum tua sudah pasti memiliki akun media sosial dengan motif dan kepentingannya masing-masing. Inilah jaman 4.0.

Judul refleksi di atas sedikit provokatif sekaligus menggugat pembaca untuk bertanya sejauh mana manusia menempatkan diri dan menggunakan media sosial dalam arus kehidupan ini. Sejauh pengalaman bermedia sosial dapat disimpulkan dua hal dan bertolak belakang terkait media sosial ini. Ada ying dan ada yang dalam konsep kehidupan orang china. Media sosial bertujuan baik atau media sosial dipakai untuk tujuan buruk. Media sosial digunakan secara baik dan bermanfaat bagi banyak orang atau media sosial digunakan untuk tujuan buruk, jahat dan merusak dan menghancurkan banyak orang. 

Media Sosial: digunakan secara bodoh atau cerdas?

Kita jelas mengamini fakta ini. Ada jejak digital yang abadi ketika bermedia sosial. Banyak kasus atau peristiwa yang viral, menghebohkan, memalukan, menjijikan, membahagiakan, menginspirasi dan membangkitkan aura positif dari penggunaan medsos oleh netizen. Ada status di medsos yang berisi kata kata inspirasi, pencapaian tertentu yang membanggakan, kejadian yang luar biasa, momentum bahagia dan manis, perjumpaan yang menggembirakan dan peristiwa sukacita lain sebagainya. Pengguna medsos yang lain pasti merasakan kegembiaraan, aura positif, mendapat inspirasi dari status media sosial yang dibagikan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa apa pun bentuk status media sosial yang membawa manfaat secara positif dapat dikatakan sebagai pengguna media sosial yang cerdas dan berkarakter. Di sisi lain, kita juga sering membaca postingan di media sosial yang berisi hal hal menggelikan, memalukan, menjijikkan dan sekaligus membunuh secara verbal. Media sosial dipakai sebagai alat kampanye negatif, hoaks, mengumbar aurat atau pornografi dan lain sebagainya. Kadang media sosial dipakai untuk menyampaikan perasaan hati secara vulgar, arkais dan melanggar privasi. Kadang pengguna media sosial merasa bangga dan puas kalau sudah memosting kata kata makian, kekerasan verbal, cemoohan atau bentuk-bentuk perundungan verbal lainnya. Bukankah pada titik ini bisa dikatakan sebagai pengguna media sosial yang bodoh dan bebal? 

Apa peran sekolah dan guru dalam bermedia sosial?

Seruan imperatif untuk sekolah dan guru terkait penggunaan media sosial cuma satu, yakni gunakan secara bijak dan cerdas untuk kepentingan edukatif dan pembelajaran bagi banyak orang. Guru senantiasa dipantau dan dipelototi informasi dan  status di media sosialnya. Sulit membayangkan efek negatif dari media sosial para guru jika berisi makian, kata kata kasar, hal hal yang bersifat senonoh dan berbau porno. Media sosial pasti bertambah heboh jika misalnya ada guru memposting perasaan dan privasinya secara terang benderang. Apa yang mau dibanggakan oleh murid jika pihak guru atau sekolah tidak menggunakan media sosial secara bijak dan cerdas? Inilah yang menjadi titik soal. Dasar refleksi dan pendekatan yang tepat perlu dilakukan secara berkelanjutan, diberikan kepada guru dan juga peserta didik dalam menggunakan media sosialnya. Kita tidak lagi berbicara atas nama kebebasan dan kemerdekaan dalam ber medsos tapi berbicara atas nama dampak negatif dari praktek tidak baik dalam bermedia sosial. Ketika guru dan pihak sekolah sudah bijak dan cerdas menggunakan media sosial maka dapat dipastikan para murid akan mengikuti  hal yang sama. 

Semoga ungkapan keresahan ini ditangkap oleh banyak pihak, terutama pihak sekolah dalam mengelolah dan memberi akses literasi yang cukup terkait pengggunaan media sosial dalam diri peserta didik. Keberpihakan guru dan tenaga pendidik menjadi konsentrasi yang tidak akan selesai dalam memantau dan mengevaluasi secara berkelanjutan terkait dampak penggunaan media sosial dalam diri anak didiknya. 

Selamat bermedia sosial yang cerdas dan bijak. Saatnya jari-jari anda menari-nari dengan tujuan baik,cerdas dan beraura positif di media sosial. Salam bergerak!! 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Giat MKKS SMA Manggarai Timur: Antara Aksi Sensasional atau Substansial? (Refleksi Kecil Di Hari Guru Nasional Tahun 2022)

Kata awal Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Manggarai Timur saat ini telah memasuki tahapan pergantian pengurus lama ke yang baru. Frumensius Hemat, cs terpilih menahkodai wadah besa

19/11/2022 12:04 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 18 kali
Aku Memanggilmu Ayah

Aku memanggilmu ayah Karena dirimu selalu berupaya Selaksa peristiwa dilalui dengan susah payah Kadang menanggung malu dan berurai air mata Ayah yang selalu berkesan Selalu menitip

12/11/2022 09:38 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 75 kali
Untukmu Pahlawan

Untukmu pahlawan Yang berjuang dengan banyak catatan Rela menjadi korban Retas dan buka jalan Untukmu yang selalu berkorban Kadang tak ada balasan Dari anak anak jaman Untukmu pa

09/11/2022 20:58 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 53 kali
Doa Di Medsos: Antara Didengar Tuhan dan Diamini Tetangga

Catatan awal Tulisan kecil mungil ini bertolak dari keresahan kecil, tidak mempengaruhi netizen, mematikan ruang merdeka dalam bermedia sosial dan lain sebagainya. "Ah repot amat si lu

03/11/2022 13:03 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 27 kali
Untuk Di Alam Sana

Untukmu yang jauh di seberang sana Hanya untaian doa Tak seberapa Sekedar menggedor hati yang punya kuasa Kadang hanya hiasan fatamorgana Semu dikit lagi kehilangan makna Deretan

02/11/2022 19:03 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 39 kali
Sumpah Pemuda dan Komitmen Untuk Berubah

Sumpah Pemuda dan Komitmen Untuk Berubah (Refleksi Hari Sumpah Pemuda)   Sebagai bangsa yang merdeka dan menghayati setiap perjuangan pasti kita tidak akan lupa dengan peristiwa

27/10/2022 00:15 - Oleh Melki Flavianus Sino - Dilihat 108 kali
Kalo aku punya

Kalo aku punya Segalanya Kau tak akan  ada derita   Kalau aku punya Segalanya Akan banyak bicara   Kalo aku punya  Segala Semuanya bisa penuh cinta  

11/10/2022 21:02 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 65 kali
Puteriku

Puteriku Saat ini dirimu sepenuhnya belum tahu Kalau dunia ini berputar dan berlalu Ada banyak kisah suka dan sendu Tapi itulah jalan yang mesti ditempu   Puteriku Dunia sem

28/08/2022 22:12 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 56 kali
Ema Nimus Ne Ene Ria (Puisi HUT Nikah, Orang Tuanya P. Ardianus Jehadun, SVD)

Rasa rasanya semua bergembiraDalam nada penuh sukacitaDalam hitam putih baterah rumah tangga 41 tahun bukan sekedar angkaItu jalan yang kaya maknaBagi siapa saja yang menyapaIni jalan

25/08/2022 11:47 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 54 kali
tak sendiri

Seiring mentari pagiSang surya beringsut pergiItu niscaya dan abadiHukum yang pasti. Seiring waktu bergantiDalam riak gelombang tak bertepihidup ini tak sendiriada energik dan penuh sim

25/08/2022 11:03 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 93 kali