You need to enable javaScript to run this app.

“BPHN Mengasuh” Di SMAN 6 Kota Komba

  • Selasa, 04 April 2023
  • Kontributor SMAN 6 KOTA KOMBA
“BPHN Mengasuh” Di SMAN 6 Kota Komba

Hari ini, Selasa 04 April 2023 sekitar pukul 10.30 wita LBH Manggarai Raya melaksanakan kegiatan Penyuluhhan Hukum di SMAN 6 Kota Komba di Kisol, Kelurahan Tana Rata. Peserta yang ikut tidak hanya para pelajar/siswa, tetapi juga para guru. Kurang lebih ada 200-an siswa yang hadir.

Sebelum penyampaian materi, terlebih dahulu sambutan pembukaan oleh Bapak Robertus Higmat Alang, S.Sos. yang mewakili Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, Bapar Rober menyampaikan permohonan maaf karena Bapak Kepala Sekolah tidak sempat hadir di sini karena ada kedukaan. Bapak Rober juga berterima kasih kepada LBH Manggarai Raya atas kehadirannya di sekolah. Semoga materi yang diberikan dapat membantu siswa untuk memahami hukum dan membangun kesadaran hukum agar siswa tidak melakukan pelanggaran maupun tindakan pidana.

Adapun penyuluhan hukum ini dilakukan sebagai program nasional dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dan bekerja sama dengan Organisasi Bantuan Hukum (OBH) di seluruh Indonesia. Program ini dilakukan  secara serentak selama satu bulan dari tanggal 20 Maret hingga 14 April 2023.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manggarai Raya merupakan salah satu OBH yang terakreditasi, sehingga bekerja sama dengan BPHN untuk turut melakukan penyuluhan hukum. Sasarannya adalah pendidik/guru dan pelajar/siswa SD, SMP dan SMA. Dengan tema "BPHN Mengasuh". Sub temanya, 'Mencegah Kenakalan dan Kriminalitas Anak Dengan Memahami Nilai - Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari - hari.

Latar belakang dari program nasional ini adalah akibat dari maraknya peristiwa/kejadian tindakan pidana yang dilakukan oleh anak dalam usia sekolah, termasuk tindakan pidana yang dilakukan di sekolah dalam waktu/jam sekolah. Pada sisi lain, anak merupakan generasi masa depan bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Kita ingin mendapatkan jaminan dari anak - anak agar mereka benar - benar menjadi generasi emas masa depan. Impian dan harapan ini akan terjadi bila anak - anak tidak melakukan kenakalan, pelanggaran, tindakan kriminal/pidana atau pun tidak menjadi korban tindakan pidana sebagaimana dimaksud.

Ada beberapa tindakan pidana yang sering dilakukan atau dialami oleh anak, diantaranya adalah tindak pidana pencurian, tawuran, penganiayaan, narkoba, perundungan (bullying), kekerasan seksual maupun pembunuhan. Tindak pidana tersebut tidak hanya terjadi di kota - kota besar, di manggarai raya pun pernah terjadi.

Dalam pemaparan materi, kami dari LBH Manggarai Raya lebih menekankan pada tindakan pidana kekerasan seksual dan perundungan. Hal ini cenderung menjadi rawan karena berdasarkan data yang ada, pada tahun 2022 tindakan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Manggarai Timur cukup tinggi. Bahkan ada pelaku yang berprofesi guru. Itu yang terungkap. Dan sesungguhnya tindakan pidana kekerasan seksual itu tidak hanya pencabulan dan persetubuhan, tetapi juga pelecehan seksual yang kerap terjadi, tetapi tidak terungkap.

Demkian halnya perundungan (bullying), tindak pidana ini sesungguhnya menjadi bahaya laten yang hidup dalam keseharian kita. Makian, mengejek, mengolok, menghina adalah bentuk - bentuk perundungan yang  kerap terjadi. Ada pula serangan fisik dan serangan melalui media sosial. Dampak dari perundungan buruk sekali. Bagi korban, terjadi trauma, stres, depresi bahkan hingga bunuh diri. Rata - rata korbannya malu dan takut untuk melapor kepada orang lain. Sering menyendiri, kehilangan percaya diri, prestasi sekolah menurun, dan masih banyak dampak yang lain. Sedangkan bagi pelaku, dampaknya adalah penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang, rentan berkelahi, merusak properti, dan dikeluarkan dari sekola, berisiko melakukan hubungan seks di usia muda dan melakukan tindakan kekerasan.

Kenakalan dan tindak pidana yang dilakukan oleh anak pada usia sekolah dapat dicegah melalui penerapan nilai - nilai pancasila. Profil pelajar pancasila tidak hanya untuk dihafal dan dipelajari. Mesti diterapkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari - hari. Rasa saling menghargai/menghormati satu sama lain benar - benar diwujudnyatakan dalam praktek pergaulan antar siswa. Jangan meremehkan orang lain. Jangan merendahkan sesama. Melihat dan memperlakukan orang lain harus setara, selevel dan sederajat. Tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah. Semua kita sama. Bila nilai - nilai tersebut dijalankan, niscaya kenakalan dan kriminalitas anak tidak akan terjadi.

Setelah penyampaian materi secara garis besar, peserta diberi kesempatan untuk bertanya. Semangat pelajar/siswa sungguh luar biasa. Pertanyaannya berkualitas. Ingin tahunya tinggi. Bagi kami, selain kualitas pertanyaan, keberanian siswa juga menjadi catatan tersendiri. Belajar untuk tidak malu dan berani menyampaikan pendapatnya di muka umum. Guru pun ikut bertanya dan menerangkan bagaimana penegakan aturan dan disiplin di sekolah yang semestinya mendapatkan dukungan dari para siswa.

Kami memberikan apresiasi yang luarbiasa kepada pelajar/siswa SMAN 6 Kota Koba. LBH Manggarai Raya berterima kasih kepada civitas akademika SMAN 6 Kota Komba karena telah mendukung kegiatan ini.

Sesampai di rumah, saya mengirim WA kepada Kepala Sekolah menyampaikan terima kasih atas kegiatan hari ini di sekolah. Beliau menjawab  WA saya dengan mengucapkan terima kasih kembali hari ini kaka. Literasi hukum yang sangat bonafid dan mencerahkan. Moga ada lagi giat seperti ini.

*Frumensius Fredrik Anam, S.H.

 

Bagikan artikel ini:
Frumensius Hemat, S.Fil

- Kepala Sekolah -

Puji Syukur kita persembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah Dan rahmatnya sehingga akhirnya kami dapat meluncurkan kembali website…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana informasi yang dipublikasikan di website ini sungguh membantu anda?

Hasil