You need to enable javaScript to run this app.

Gelar P5 Wagal, Budaya Manggarai, SMAS Seminari Pius XII Kisol Gandeng Para Putri SMAN 6 Kota Komba

  • Sabtu, 13 Mei 2023
  • Frumensius Hemat
Gelar P5 Wagal, Budaya Manggarai, SMAS Seminari Pius XII Kisol Gandeng Para Putri SMAN 6 Kota Komba

Kisol, 13 Mei 2023. Hari ini siswa kelas 10 SMAS Seminari Pius XII Kisol menggelar kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertemakan Kearifan lokal. Kali ini para seminaris memilih budaya Wagal sebagai salah satu proyek P5 panti pendidikan calon imam ini. Kegiatan ini pada prinsipnya perwujudan nyata pembelajaran dan penerapan kurikulum merdeka.  Sebanyak 15 orang remaja putri dipilih untuk menjadi pemeran utama dalam kegiatan proyek yang bersentuhan dengan budaya Manggarai ini. Kegiatan P5 ini dihadiri oleh beberapa sekolah yang diundang khusus, seperti SMAS Pancasila Borong dan SMAN 2 Borong.

Ketua panitia P5, Bapak Ajo,S.Pd. dalam sambutannya mengatakan bahwa P5 Wagal ini bisa terselenggara atas kontribusi yang sangat besar yang melibatkan semua pihak. Ada Nara Sumber Wagal dan Gendang Lukup, Bapak Rofinus Randut, dukungan penuh dari SMAN 6 Kota Komba yang terlibat penuh dalam kegiatan wagal ini. Menurut, ajo...kegiatan P5 tentang Wagal ini sangat penting untuk meningkatkan kembali semangat belajar dan mencintai budaya Manggarai.

Kepala SMAS Seminari Pius XII Kisol, Romo Eduardus S. Tanis,S.Fil,S.Pd dalam sambutan singkatnya mengatakan rasa syukur atas berkat Tuhan atas perlindungan selama kegiatan pembelajaran. P5 ini terselenggara dengan baik ini berkat dukungan dan kolaborasi demi terlaksananya kegiatan P5 ini. "Kekuatan pendidikan kita terletak pada saling belajar dan belajar bersama sama. Kita sangat membutuhkan kolaborasi untuk membangun jembatan pembelajaran atau jembatan peradaban demi generasi emas di sekolah kita masing-masing" tegas Romo Ardus.

Kordinator Pengawas SMA/SMK/SLB, Lukas Sumba, S.Fil, dalam sambutannya memberi apresiasi yang tinggi atas kegiatan kolaborasi P5 ini yang mengangkat tema kearifan lokal, yakni tradisi Wagal dalam budaya Manggarai. Harapannya, giat P5 ini bisa menjadi momentum belajar dan menjadi bagian dari dalam diri dan bisa dibagikan kepada orang lain. "Atas nama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT mengucapkan banyak terima kasih kepada lembaga seminari yang telah memberi teladan dan praktik baik ini," tandas Lukas.

Kepala SMAN 6 Kota Komba, Frumensius Hemat, S.Fil mengatakan bahwa P5 Wagal dari Seminari Pius XII Kisol yang melibatkan  remaja putri dari SMAN 6 Kota Komba merupakan lanjutan kerja sama antar dua lembaga ini. Frumensius melihat krisis identitas diri akibat lunturnya budaya dan kearifan lokal masyarakat menjadi salah satu isuyang sedang dihadapi bangsa kita. Untuk mengatasinya, maka dipilihlah tema ini dengan harapan dapat membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar ataupun daerah tersebut. Untuk kegiatan tema Kearifan Lokal ini guru dapat menyesuaikannya dengan kearifan lokal masing-masing daerah. 

Rangkaian panjang giat P5 Wagal hari ini  cukup padat dan menyenangkan. Suguhan vokal  grup dari anak Seminaris, nyanyian merdu dari anak SMAS Pancasila Borong, Tarian dari SMAN 2 Borong dan SMAN 6 Kota Komba. Ada juga kegiatan bazar  dan pameran hasil karya dari anak anak seminari Kisol. Selanjutnya para pemeran dan penanggung jawab P5 Wagal dari anak Seminaris menjalankan tugas dan pekerjaannya masing-masing sesuai dengan tahapan Wagal seperti biasanya.

 Sukses dalam kolabroasi

Bagikan artikel ini:
Frumensius Hemat, S.Fil

- Kepala Sekolah -

Puji Syukur kita persembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah Dan rahmatnya sehingga akhirnya kami dapat meluncurkan kembali website…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana informasi yang dipublikasikan di website ini sungguh membantu anda?

Hasil