You need to enable javaScript to run this app.

Belajar Dari Nona Lidya Nei: Kerja Sambil Kuliah Di Bali: Sukses!!!

  • Jum'at, 06 Oktober 2023
  • Frumensius Hemat
Belajar Dari Nona Lidya Nei:  Kerja Sambil Kuliah Di Bali: Sukses!!!

Emilidia Yohana Nei, merupakan gadis cantik, energik asal Leke, Kelurahan Tanah Rata, Manggarai Timur. Lidya adalah angkatan pertama dan menjadi  Alumni SMAN 6 Kota Komba. Sejak menamatkan pendidkan SMA di Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Lidya demikian biasa disapa, mengalami kebingungan dan tak tahu harus kemana? Rentetan pertanyaan muncul tiada henti, mau cari kerja dimana atau mungkinkan bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi? seperti apa pergulatan batinnya dan bagaimana akhir dari cerita sukses dari Nona Lidya ini. Ayo ikuti cerita dan pengakuannya di bawah ini.

"Saya ingin menceritakan pengalaman saya setelah tamat dari SMA 6 Kota Komba ( tahun 2015) hingga saya masuk dan menyelesaikan kuliah di Perguruan Tinggi yakni Universitas Mahasaraswati Denpasar tahun 2023.

Setelah menamatkan pendidikan di SMA 6 Kota Komba saya memilih untuk bekerja karena tidak punya biaya untuk masuk ke perguruan tinggi (Kuliah). Waktu saya merenungkan bahwa saya sudah tidak memiliki seorang ayah mana mungkin saya bisa biaya kuliah. Dalam kegamangan tak bertepi ini saya, seorang teman mengajak saya untuk kerja di makasar, dan saya pun langsung menerima tawaran tersebut.

Tiba di Makasar saya bekerja sepanjang waktui dan 1 tahun lamanya. Saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan membawa uang dengan nominal yang sangat sedikit. Sebagian uang gaji itu saya kirimkan buat mama di rumah. Sebagiannya lagi untuk kepentingan dan biaya hidup saya sendiri di Makasar.

Berada di kampung halaman saya pun bingung dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan buat kedepannya. Situasi semakin rumit dan ruwet ketika saya memutuksan tidak lagi balik ke Makasar. Dari situ saya coba kontak teman yang bekerja di Bali untuk menanyakan informasi lowongan pekerjaan, dan kebetulan di respon juga dengan baik oleh teman saya dan dya menyuruh saya untuk datang kerja di bali, saya pun langsung membeli tiket kapal untuk berangkat cari kerja di Bali.

Puji syukur kepada Tuhan karena di Bali juga saya langsung dapat pekerjaan yang gajinya lumayan lebih besar dibandingkan di Makasar. Selama bekerja di Bali, sebagian saya tetap dikirimkan buat ibu di rumah, dan sisanya saya tabung.

Di Bali saya bekerja kurang lebih 3 tahun lamanya. Saya mulai berpikir untuk apakah uang tabungan saya selama hampir tiga tahun ini? Terbersit keinginan untuk kuliah tapi biayanya yang mahal membuat saya agak ragu-ragu.  Keinginan untuk kuliah semakin tinggi dan meledak dalam diri saya setelah tiga tahun bekerja di Bali. Saya coba membangun komunikasi dan mencari cara untuk bisa kuliah. Saya coba bertanya ke manager di tempat saya bekerja, soal kemungkinan  bekerja sambil kuliah ke  manager saya. Rupanya jalan yang disiapkan Tuhan datang tepat waktu. Manager saya berkerja menyambut dengan gembira keinginan saya untuk bekerja. 

Sinyal dan dukungan yang luar biasa ini tidak saya sia-siakan. Keesokan harinya saya langsung ke kampus UNMAS Denpasar untuk mendaftar kuliah. Saya diterima untuk kuliah di kampus pada tahun 2019. Saya bertekad untuk bekerja dan kuliah dengan sangat disiplin dan bertanggung jawaba. pembagian waktu dan disiplin menjadi kunci keberhasilan saya selama berada di Bali. 

Pada pagi hari saya kerja dan setelah pulang kerja saya langsung berangkat ke kampus. Ini menjadi rutinitas baru saya setelah memutuskan bekerja dan berkuliah. Selama menjalalni masa-masa perkuliahan ada banyak sekali tantangan yang saya hadapi karena harus berhadapan dengan dua situasi yang berbeda di tempat kerja dan juga kampus. Namun saya tetap berusaha semaksimal mungkin biar semuanya berjalan seimbang, selama kuliah saya juga sudah punya target S1 saya harus selesai tepat waktu, dan puji Tuhan apa yang saya targetkan semuanya sesuai dengan yang saya harapkan, selama kuliah saya berpikir saya tidak mau membuat keluarga jadi beban dengan biaya saya selama hidup di bali, saya berbuat seolah-olah saya sedang baik-baik saja.


Dan pada akhir nya saya bisa menyelesaikan perkuliahan saya tepat waktu di Universitas Mahasaraswati Denpaasar, (Fakultas Hukum)

Saya memiliki prinsip hidup yakni: Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Selama masih ada waktu, niat dan kesempatan, teruslah berusaha.

Sekian dan terima kasih (Lidya)

 

Catatan Refleksi

Cerita perjalanan hidup Lidya ini menginspirasi dan memotivasi banyak orang untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan dan meraih impian mereka. Ada beberapa pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari kisahnya:

1. Keteguhan Hati: Lidya memiliki tekad yang kuat untuk meraih pendidikan tinggi, meskipun ia menghadapi banyak kendala dan ketidakpastian. Keteguhan hatinya untuk tidak menyerah adalah salah satu faktor kunci kesuksesannya.

2. Kerja Keras dan Pengorbanan: Lidya bekerja keras di luar kota untuk mengumpulkan uang untuk membantu keluarganya dan untuk biaya hidupnya sendiri. Pengorbanannya menunjukkan bahwa kesuksesan seringkali memerlukan pengorbanan dan usaha ekstra.

3. Kreativitas dalam Mengatasi Kendala: Ketika ia ingin kuliah namun tidak memiliki cukup biaya, Lidya tidak menyerah. Ia mencari solusi dengan bekerja sambil kuliah, dan bahkan mengajukan pertanyaan kepada managernya dengan hasil positif.

4. Manfaat Pembagian Waktu dan Disiplin: Lidya berhasil mengelola waktu dan disiplin diri untuk bisa bekerja dan kuliah secara bersamaan. Ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik, kita bisa mencapai banyak hal dalam hidup.

5. Tidak Pernah Terlambat untuk Memulai: Prinsip hidup Lidya bahwa "Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai" mengajarkan kita bahwa tidak ada batasan usia atau waktu untuk mengejar impian kita. Asalkan kita memiliki tekad dan kesempatan, kita dapat mencapai apa pun yang kita inginkan.

Kisah hidup Lidya adalah contoh nyata bahwa dengan tekad, kerja keras, dan keteguhan hati, kita dapat mengatasi segala rintangan untuk mencapai tujuan kita. Kesuksesannya dalam menyelesaikan kuliahnya adalah bukti nyata bahwa perjuangan selalu berbuah manis pada akhirnya.

semoga cerita ini membawa inspirasi bagi adik adik jara moka saat ini.

Bagikan artikel ini:
Frumensius Hemat, S.Fil

- Kepala Sekolah -

Puji Syukur kita persembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah Dan rahmatnya sehingga akhirnya kami dapat meluncurkan kembali website…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana informasi yang dipublikasikan di website ini sungguh membantu anda?

Hasil