• SMA NEGERI 6 KOTA KOMBA
  • LONG LIFE EDUCATION_ LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU TAPI PERKATAANKU TIDAK AKAN BERLALU_ BELAJAR SEPANJANG MASA

Model pembelajaran di RPP 1 Lembar: Mari Kita Bertolak Lebih Dalam

Tulisan kecil ini sebenarnya masih ada hubungannya dengan tulisan sebelumnya tentang gugatan terhadap model pembelajaran di kelas. Izinkan saya menyegarkan kembali maksud sebenarnya tentang model pembelajaran yang mau digunakan oleh guru atau pendidik ketika mengembangkan dan menyusun sebuah RPP, terutama sesuai dengan amanat Permendikbud nomor 14 tahun 2019 tentang penyerdehanaan RPP menjadi 1 lembar saja. 

Dalam sebuah diklat daring yang pernah penulis ikuti  ada 3 komponen penting rpp 1 lembar yang harus diikuti oleh pendidik, di antaranya: tujuan pembelajaran, proses pembelajaran dan assesment atau penilaian. Ketiganya memiliki hubungan yang sangat erat dan berpengaruh satu dengan yang lainnya.  Nah,  kita diajak untuk bertolak lebih dalam terkait model pembelajaran yang dipilih dan ditentukan dalam rpp tersebut. 

Satu hal yang harus diingat bahwa dalam sebuah rpp hanya memuat satu tujuan pembelajaran. Mengapa?  Prinsip dasar sebuah RPP bertolak penentuan indikator pencapaian kompetensi yang diambil dari sebuah kompetensi dasar.  Misalkan dalam satu KD terdapat 3 IPK,  maka konsekuensi harus ada 3 RPP yang harus disusun dan dikembangkan dalam menyelesaikan KD tersebut.  Itu artinya,  jika kita ingin menuntaskan KD tersebut,  guru dan murid mesti berproses, dinamika pembelajarannya mencapai tujuan pembelajaran tersebut.  Singkatnya dalam sebuah KD guru membaginya dalam beberapa IPK.  Dalam setiap IPK harus disusun sebuah  RPP yang di dalamnya terdapat satu tujuan pembelajaran.

Dimana korelasinya?  Hubungannya  dengan model pembelajarannya dimana?  Ayo ikuti.  Salah satu unsur rpp 1 lembar adalah proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran inilah guru secara meyakinkan menentukan proses atau tahapan belajar yang mau dilalui oleh murid.  Misalnya guru mau menggunakan model pembelajaran discovery learning. Tahapan discovery learning ini mesti dirangkum dan dijadikan tahapan belajar yang mesti dilaksanakan oleh muridnya.  Guru bisa merangkum tahapan belajar ini dalam sebuah  lembar kerja siswa (LKS) tersebut.  Pada titik inilah, guru tampil sebagai fasilitator dan murid akan berdinamika,  aktif mencari dan melewati  tahapan belajarnya. 

Titik tolak guru dan murid bisa mencapai tujuan pembelajaran tersebut sebenarnya terletak pada tahapan tahapan belajar yang terdapat dalam model pembelajaran yang dipilih tersebut.  Karena itu,  guru harus jeli  dan akurat menganalisa KD,  IPK dan RPP yang ada dan menentukan model pembelajaran seperti apa yang mau dipakai untuk menuntaskan KD yang ditentukan itu

Mari kita bertolak lebih dalam dan menemukan aneka model dan pendekatan yang mumpuni demi murid murid kita.  Semoga 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bapak dan ibu guru mari terus belajar

Long life education, belajar sepanjang hayat adalah kebijakan tertinggi dalam hidup ini. Kemampuan, wawasan dan kompetensi kita tidak akan sekali jadi dan selesai. Justru kemampuan dan

19/07/2021 13:11 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 66 kali
Siapkan Prokes Ketat Sebelum Belajar Mengajar

Pandemi covid 19 belum selesai. Seruan 5 M belum berakhir. Di satu sisi tahun ajaran baru sudah menanti. Bagaimana mempersiapkan itu semua? Sadar atau tidak pandemi covid 19 mematikan k

16/07/2021 19:10 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 76 kali
Menggugat Peran UKS di Lingkungan Sekolah

Sejak 21 sampai 24 Juni 2021 mengikuti bimtek pengelolaan UKS di Bogor ada banyak ilmu dan pengetahuan baru yang menggugat kesadaran akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Hal ese

23/06/2021 22:55 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 139 kali
REFLEKSI: Menelisik Aspek Keselamatan dan Kenyamanan Dalam Tugas Para Guru Di Sekolah

Pendidikan adalah sesuatu yang urgensi dalam kehidupan karena orang yang mengalaminya terbentuk menjadi seorang insan manusia seutuhnya. Setiap orang membutuhkannya sebagai wadah untuk

11/06/2021 10:43 - Oleh Maksimilianus Galawanto - Dilihat 166 kali
Bangkitlah Semangatmu: Wujudkan Indonesia Jaya

Pada tanggal 20 Mei tahun 2021 Bangsa Indonesia kembali merayakan Hari Kebangkitan Nasional ke-113 dengan tema “Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh”. Awal tercetusnya Hari Keb

20/05/2021 15:01 - Oleh Melki Flavianus Sino - Dilihat 77 kali
Nilai jual apa yang mau kita tawarkan?

Dunia pasar dan segala dinamikanya sangat menarik untuk diselami.  Banyak hal yang dapat kita peroleh dari sana. Ada prinsip dan ketentuan khusus yang bisa diambil dan dinikmati da

12/05/2021 11:08 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 237 kali
Menuju Merdeka Belajar: Mulai Dari Guru.

Merdeka Belajar? Mari Tingkatkan Prestasi Peserta Didik. Masih terasa gaungnya tema HARDIKNAS tahun 2021 “Serentak Bergerak, wujudkan Merdeka Belajar”. Tema ini mengajak sek

08/05/2021 19:37 - Oleh Melki Flavianus Sino - Dilihat 130 kali
Program OSIS : Ide Guru atau Ide Murid?

Judul artikel sederhana ini cukup menggugat sudut pandang kepala sekolah, wakasek Kesiswaan dan guru guru yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS di sekolah. G

07/05/2021 09:19 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 149 kali
Menggugat Kembali Model Pembelajaran Di Kelas

Semalam postingan kepala sekolah SMAK Pancasila di grup MMKS SMA berupa video pembelajaran calistung tingkat SD memantik para kepala sekolah untuk berdiskusi. Ramai, menarik sekaligus m

19/04/2021 11:51 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 191 kali
Menjadi Guru Yang Merdeka Mengajar

Pagi ini ada percakapan singkat dengan rekan guru seputaran menjadi guru yang merdeka mengajar dan belajar. Guru yang hebat adalah guru yang merdeka dalam mengajar, merdeka dalam member

02/02/2021 09:28 - Oleh Frumensius Hemat - Dilihat 246 kali