You need to enable javaScript to run this app.

Perjalanan Literatif dan Inspiratif Bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT Di Manggarai Timur

  • Sabtu, 21 Januari 2023
  • Frumensius Hemat
  • 0 komentar
Perjalanan Literatif dan Inspiratif Bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT Di Manggarai Timur

Awal mulanya

Pengurus MKKS bersama Korwas SMA SMK/SLB Manggarai Timur, Lukas Sumba mendampingi perjalanan dinas dari kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan Nusa Tenggara Timur sejak tanggal 18 -19 Januari 2023. Sejak  pagi, tanggal 18 Januari 2023, kami diminta mendampingi kunjungan singkat Bpk Linus Lusi,S.Pd, M.Pd ke SMKN Restorasi Timung, Wae Rii, Kab. Manggarai Timur. Rombongan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, diterima secara adat lewat kepok kapu dan sundung dari tua adat Timung beserta kepala sekolah dan para guru dan siswa. Kegiatan terakhir setelah acara tatap muka dan dengar suara antar kadis dan para guru dan siswa, dilanjutkan dengan survei lokasi pembangunan SMKN Restorasi.

Kunjungan Resmi Kadis Bermula dari SMAN 1 Pocoranaka.

Tepat pukul 11.30 rombongan Kadis P dan K NTT tiba di SMAN 1 Pocoranaka. Atas inisiatif kadis kami melangkah menuju halaman SMAN 1 Pocoranaka dengan menyanyikan mars pendidikan NTT, restorasi pendidikan. Selanjutnya kami diterima secara adat dan tarian. Bpk Linus Lusi, kemudian diarahkan untuk menempati teras yang telah disediakan. Dialog pun dibuka. Duduk di samping kadis, ketua OSIS SMAN 1 Pocoranaka, Korwas SMA SMK dan SLB kabupaten Manggarai Timur, kepala sekolah SMAN 1 Pocoranaka dan Korwas Kabupaten Manggarai yang turut terlibat dalam kegiatan ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Para Guru, kepala sekolah yang telah mendidik dan membina para muridnya, terutama gerakan literasi yang berkembang bagus di sekolah ini. Pada kesempatan ini, Bpk Ferdy Fifardin,S.Pd, Kepala SMAN 1 Pocoranaka memperkenalkan majalah sekolahnya yang diberi nama Kapal. Selama hampir 2 jam lamanya kegiatan tatap muka, dengar pendapat dari para siswa dan guru. Pada prinsipnya kolaborasi kepala sekolah,guru dan para murid harus bisa membuka akses belajar murid dan menumbuhkan semangat meningkatkan kemampuan dan bakat para murid.

SMKN 1 Poco Ranaka: SMK harus bisa mandiri dan memiliki output yang berkualitas

Setelah dua jam berada di SMAN 1 Poco Ranaka rombongan bergerak ke SMKN 1 Pocoranak. Setelah diterima secara adat, Kadis P dan K provinsi NTT angkat bicara di hadapan para guru dan siswa. Di hadapan para guru dan siswa Kadis menegaskan bahwa SMK semestinya bisa menghasilkan produk produk unggulan sebagai bagian dari membina mental kewirausahaan dan enterpreneurship. Di waktu yang sama menanggapi pertanyaan terkait gaji dan tunjangan guru PPPK,kadis menegaskan akan menindaklanjuti dan mengurus segera hal hal yang berkaitan dengan gaji dan tunjangan guru.

SMAN 5 Poco Ranaka: Rapat Kerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama kepala sekolah dan para Guru 

Rombongan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, akhirnya tiba di SMAN 5 Pocoranaka. Setelah makan siang, Bpk Linus Lusi memimpin rapat kerja bersama dengan para kepala sekolah, Korwas SMA/SMK/SLB Manggarai dan Manggarai Timur serta para guru. Rapat kerja memutuskan ada kerja sama antar MKKS se-Manggarai Raya dalam hal penguatan kapasitas dan Mutu Kepala Sekolah dan para guru. Korwas SMA, SMK dan SLB diwajibkan untuk mempertajam kegiatan kolaboratif ini dalam bentuk MOU antara  mkks yang ada di Manggarai Raya. Ketiga Kabupaten yang ada di Manggarai Raya menjadi pilot projet kegiatan peningkatan mutu kepala sekolah dan para guru ini.

SMAN 8 Pocoranaka:Perjalanan yang memacu adrenalin. 

Pukul 18.00 kami tiba di SMAN 8 Pocoranaka setelah melewati Medan yang cukup menantang. Sejauh 250 meter, Bpk Linus Lusi, harus berjalan kaki menuju sekolah. Demi cinta dan niat baik memajukan dunia pendidikan, rintangan dan tantangan tidak menjadi persoalan. Rombongan diterima secara adat selanjutnya mendengar secara langsung kebutuhan para guru dan kepala sekolah. Utusan siswi diminta untuk menyampaikan keinginan dan harapannya langsung ke kadis. Permintaan gedung dan sarana prasarana menjadi hal yang utama. Sedangkan kepada para guru, Bpk Linus Lusi menjanjikan semua guru di SMAN 8 Pocoranaka akan menerima Tamsil tahun 2023.

Singgah sebentar di SMAN 9 Borong

Pukul 8.30 singgah di Sita. Di tempat ini Bpk Linus Lusi dan rombongan hanya memantau secara khusus kebersihan lingkungan sekolah. Tempat sampah yang terlalu dekat dengan ruangan kelas dan kondisi kamar WC yang sangat buruk menjadi perhatian serius dari kepala dinas. Setalah foto-foto di tempat yang menjadi perhatian kadis,kami melanjutkan perjalanan menuju ke SMK Cinta Damai Borong.

SMK Cinta Damai: Disambut dengan unjuk produk tata boga yang lezat.

Tiba SMK Cinta Damai sekitar Pukul 21.00. Disambut secara adat dan langsung menuju ke ruangan pertemuan yang telah disiapkan. Suguhan produk dari jurusan tata boga lewat jus panas dan aneka kue dari bahan lokal terasa sungguh nikmat dan mengusir rasa lelah dan menghalau rasa lapar. Ketua yayasan dan kepala sekolah melaporkan bahwa kebutuhan ruangan kelas,ruangan praktek dan peralatan praktek menjadi hal yang sangat mendesak untuk pemenuhan belajar para murid. Selanjutnya utusan siswa dalam curahan hatinya meminta kepala dinas untuk memudahkan kegiatan pembelajaran di sekolahnya lewat bantuan dan dukungan pemerintah provinsi NTT. 

SMAN 3 Borong: Panen Jagung tengah malam dan Pohon Pancasila yang eksotik.

Tiba di SMAN 3 Borong yang dipimpin oleh Kristianus E. Rada sekitar pukul 11.30. mata mulai ngantuk dan rasa capai menggerogoti badan yg sebenarnya perkasa. Rangkaian kegiatan dari sekolah ke sekolah menjadi giat sepanjang hari pertama. Beruntung di sekolah ini menjadi kunjungan terakhir kadis di hari pertama. Setelah acara penerimaan secara adat,kami langsung diarahkan ke lokasi P5 yang begitu luar biasa. Ada jagung dan tanaman sayur yang memanjakan mata. pak Sonny secara bersemangat menjelaskan seluruh pencapaian yang terjadi selama ini. Luar biasa. Ngantuk menjadi hilang oleh suguhan kopi panas dan jagung yang diolah dengan lesat. Pohon Pancasila yang berada di halaman sekolah menjadi saksi segala giat dan pencapaian yang dimiliki oleh sekolah ini. Ada dua guru yang sudah menjadi penulis modul P5 untuk sekolah penggerak, ada guru penggerak dan kepala sekolah sendiri menjadi Nara sumber penerapan IKM. Nona Fira, pelukis kenamaan dari sekolah ini menjadi cerita tersendiri bagi rombongan kepala dinas. Sebuah lukisan karya nona Fira dipersembahkan secara khusus di malam yang semakin larut. Hebatnya lagi, dalam mempresentasikan kemampuannya,  Fira sampaikan dalam bahasa Inggris. Kami membubarkan diri tepat pukul 00. Perjalanan diteruskan ke rumah penginapan Kevikepan Borong.

Jumat, 19 Januari 2023

Rapat bersama para kepala sekolah SMA, SMK dan SLB Manggarai Timur bertempat di SMAS Pancasila Borong. Tepat pukul 10.00 kegiatan kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur memasuki lingkungan sekolah. Diterima secara adat dan tari tarian,rombongan diarak menuju tempat tatap muka bersama siswa dan puluhan kepala sekolah.Tarian Jai Massal sempat mewarnai kegiatan di SMAS Pancasila Borong. Bpk Linus Lusi mengerakkan anak anak untuk sama sama berjai di lapangan multi fungsi SMAS Pancasila Borong. Situasi begitu enjoy dan penuh kegembiraan. Dalam kesempatan pertama ini kegiatan diisi dengan perkenalan para kepala sekolah dan mendengar langsung permintaan dan pertanyaan dari para murid. Ketiga perwakilan dari siswa siswi mengajukan beberapa pertanyaan langsung ditujukan kepada Kadis P dan K. Uniknya untuk menjawab rangkaian pertanyaan itu, Bpk Linus Lusi, meminta ketiga siswi untuk menjawab rangkaian pertanyaan dari siswa yang bertanya sebelumnya. Secara umum ketiga penanya ingin menggugat kadis terhadap adanya pilih kasih dan beda perlakuan antar sekolah negeri dan sekolah swasta di provins NTT, entah dalam bentuk pembangunan fisik dan SDM guru dab pegawai. Pada kesempatan ini kadis menegaskan bahwa tak ada perbedaan antara sekolah swasta dan negeri. Semuanya sama dan tak ada yang menjadi anak emas. 

Kepala sekolah harus memiliki integritas dan kemampuan managerial. Dalam rapat bersama puluhan kepala sekolah (Tepatnya 31 Kepala sekolah SMA SMK dan SLB) Bpk Linus Lusi sangat menekankan kemampuan managerial dan integritas yang mumpuni dan wajib dimiliki oleh kepala sekolah. Ini memjadi dasar penting dalam menjalankan tugas dan pekerjaan menjadi kepala sekolah. Dalam rapat dengar pendapat,setiap kepsek boleh mengajukan beberapa persoalan dan masalah yang ada di sekolahnya. Dari SMAN 7 pocoranaka, Bpk Markus Derman menyampaikan curhatannya, dimana sejak sekolah berdiri belum ada bantuan DAK ataupun Banpem untuk melengkapi kebutuhan pembelajaran. Di kesempatan yang sama beliau menyerahkan secara langsung proposal sarana dan prasarana yang diterima langsung oleh kepala dinas. Dari SMAN 5 Elar, mengajukan permintaan agar kedua gurunya bisa mendapat NUPTK yang dinilai bertele-tele dalam proses penerbitannya. Sedangkan dari SMAN 5 Pocoranaka, Darius Ngkar mengajukan isinan agar sekolahnya diberi kesempatan untuk mendirikan kios dan koperasi di sekolah, serta isinan untuk bisa menjalankan masa praktek berbahasa Inggris di Labuan Bajo. Semua permintaan tersebut langsung disetujui oleh kepala dinas p dan k. Sedangkan pada kesempatan lain, para guru smas Pancasila borong mengajukan kesulitan dalam urusan mendapatkan NUPTK dan terakomodasi di dapodik sekolah. SMKN 1 Sambirampas dalam beberapa poin pengajuan untuk memperhatikan akses dan kualitas jalan dari dan menuju ke sekolah. Kami kesulitan dalam mendatangkan pupuk dan lain lain karena infrastruktur jalan sangat buruk. Sedangkan SMKN Tiara Nusa berjanji akan mengundang khusus kepala dinas untuk hadir dalam hari ulang tahun sekolah tahun ini.

Kunjungan ke  SMAN 2 Borong: Kotak Pandora yang membuka cakrawala

Setelah makan siang di SMAS Pancasila Borong, rombongan kadis Pendidikan dan Kebudayaan bergerak ke SMAN 2 Borong. Kami diterima secara adat dan tarian. Puteri-puteri cantik menari menghantar kami ke tempat pertemuan. MC kenamaan dari SMAN 2 Borong,  Juan Baptista kembali menggedor hati dan pikiran kami untuk kembali ke visi dan misi pendidikan yang sesungguhnya. Kata-kata  yang runtut dikemas dengan sebuah  harapan yang tak bertepi kembali digaungkan di hadapan Bpk Linus Lusi. Pak Juan Baptista menggugat kami untuk berpikit ulang dalam meracik strategi dan geliat dan cakrawala pendidikan yang sesungguhnya. Kotak Pandora yang terjadi dan sering terjadi di dunia pendidikan sedapat mungkin mendapat solusi. Dan Kehadiran kadis hari ini di smandu Borong adalah bagian  yang tak terpisahkan dari niat untuk mencari pencerahan dan solusi yang ada di dalamnya. Salut Pa Juan. Selanjutnya, Kepala sekolah energik dan ganteng, Siprianus Naur, S,Pd dalam sambutan singkatnya membutuhkan ruang kelas, kantor, ruang guru dan sarana prasarana lainnya yang dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan dan akses belajar murid. Tidak lama kemudian, Suguhan kopi dan kue yang lesat sesaat membuat kami menikmati perjalanan penuh ceria dan inspiratif ini. Dalam kesempatan yang tampan ini lagu Himne Guru dilantunkan dengan iringan musik yang membangkitkan kebanggaan dan rasa hormat  menjadi guru. sayang sekali waktu yang sangat terbatas membuat rombongan harus beralih langkah menuju sekolah lain sedang menanti.

SMKN 1 Borong: Produk Unggulan apa yang sudah dihasilkan? 

Sekitar pukul 14,00 kami tiba di SMKN 1 Borong. Tak ada penyambutan secara adat atau tarian. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Linus Lusi memerintahkan untuk masuk lingkungan sekolah. Sejenak tak ada guru yang mendampingi namun pada akhirnya beberapa guru yang bertahan di sekolah menghampiri kami. Kami mendapat konfirmasi bahwa Bpk Agustinus G.Daroly sedang berada di Kupang. Namun sesaat setelah keluar dari mobil, tampak beberapa guru yang lari dan menemui kami. Lali,  Bpk Linus Lusi mengajukan pertanyaan eksistensial dan menyentil karakteristik sebuah SMK: Produk unggulan apa yang sudah dihasilkan? Meskipun tak mendapat jawaban sempurna  dari para guru, ruang dialog dan musyawarah tetap dibuka dalam lawatan singkat ini. Selanjutnya, Kadis memerintahkan untuk segera membuat master plan pembangunan gedung dan sarana lain di SMKN 1 Borong. Selanjutnya, rombongan kadis melakukan survei di beberapa titik pembangunan gedung. Dalam perjalanan menyusuri lingkungan sekolah, kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT sempat berhenti di sebuah mesin traktor yang tak terawat. Peralatan yang mahal ini dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk memperbaiki yang sudah ada. Beliau sempat menaiki kendaraan ini dan mengambil gambar di sana. 

SLB Negeri 1 Borong

Perjalanan kami lanjutkan ke SLB Negeri 1 Borong. Kami kembali dikepok secara adat Manggarai. Bertemu dan berjumpa dengan anak anak yang berkebutuhan khusus ini memang menyimpan kenangan dan memori tersendiri. Anak-anak disabilitas ini selanjutnya bernyanyi menyambut kehadiran kami. Kepala sekolah SLB mengajukan beberapa permohonan penting termasuk bantuan gedung asrama bagi anak anak didiknya. Bpk Linus Lusi langsung menelepon stafnya yang ada di Kupang untuk mengindentifikasi kebutuhan sekolah ini.

SMAN 4 Borong: Ditemani angin sepoi sepoi, tak ada yang menemani.

Kira kira pukul 15.00 kami tiba di SMAN 4 Borong. Tidak ada guru,kepala sekolah atau murid yang menyambut kami. Kadis pada akhirnya hanya melihat lihat kondisi sekolah tanpa ada pertanyaan dan lain sebagainya. Duduk beralaskan rumput kami berbincang-bincang santai. Sesekali gelak tawa kami memecah keheningan di bukit Wolo Ndeki ini. Dan kami pun beranjak pergi meneruskan perjalanan ke bagian  dan orang lain yang sedang menanti.

SMAN 7 Kota Komba: Kolam Ikan leleh yang menggiurkan

Tepat pukul 17.45 rombongan kadis masuk dan diterima secara adat oleh komunitas SMAN 7 Kota Komba. Kami memuji daya tahan dan kesetiaan tiada akhir yang dipimpin langsung Kepala SMAN 7 Kota Komba, Robertus Riser, S.Sos. Kepsek yang selalu ceria dan jago MC  ini  menerima kami  dengan penuh kehangatan. Dirinya merasa bangga karena  pada akhirnya Kadis Linus Lusi berkesempatan hadir di sekolah. Selanjutnya pihak sekolah menunjukkan hasil produk P5 yang telah dilaksanakan sepanjang tahun ajaran ini.  Di sana ada   kerajinan tangan kriya, ada kolam pemeliharaan ikan dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Selanjutnya Bapak Linus Lusi  memantau langsung kolam ikan yang telah dihuni oleh ribuan ekor ikan. "Bapak kepala sekolah dan para guru, silahkan diperluas area kolam ikan ini agar memiliki hasil yang menguntungkan dan mendatangkan pemasukan bagi sekolah." demikian saran yang disampaikan oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan.

SMAN 1 Kota Komba: Lokasi terakhir dan SMA negeri tertua di kawasan kota komba

Kami meninggalkan SMAN 7 Kota Komba pukul 18.50  dan meneruskan perjalanan ke SMAN 1  Kota Komba.  Tiba di SMAN 1 Kota Komba, tepatnya di bukit Toloreja  sekitar pukul 19.20. Kami diterima secara adat dan diarahkan untuk menempati ruangan yang telah disediakan. Suguhan kopi pahit dan kue seakan membangkitkan semangat dan perjalanan panjang ini. Bpk.Zakarias, selaku Kepsek mengatakan bahwa sejak sekolah ini berdiri baru saat ini dan masa kepemimpinan Bpk Linus Lusi yang pertama kali mengunjungi tempat ini. Terima kasih tak terhingga bapa kadis. Selanjutnya suguhan puisi dideklamasikan oleh salah satu siswi. Semuanya terpesona dengan suara merdu dan cara membawakan yang aduhai. Kebersamaan di bukit Toloreja menjadi bingkai indah untuk komunitas SMAN 1 Kota Komba.

 

Pada Akhirnya

Tepat Pukul 20,00 kami meneruskan perjalanan menuju kabupaten Ngada. Dua hari full mendampingi Kadis P dan K Provinsi NTT menjadi cerita yang tak pernah usang. Semangat dan cinta yang luar biasa Bpk Linus Lusi dalam merestorasi pendidikan di NTT patut diapresiasi setinggih-tinggihnya. Perjalanan dinas kali ini sangat berarti, literatif dan penuh inspirasi dan semestinya semangat yang bernyalah-nyalah ini membias dan merasuki jiwa korsa penggiat pendidikan di NTT seluruhnya.

Tim Pendamping Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT

  1. Lukas Sumba, S. Fil/ KOrwas SMA/SMK dan SLB Kabupaten Manggarai Timur
  2. Frumensius Hemat, S.Fil/ Ketua MKKS SMA Kabupaten Manggarai Timur, Kepala SMAN 6 Kota Komba
  3. Konstantinus E.Rada/ Wakil Ketua MKKS SMA/kepala SMAN 3 Borong
  4. Flavianus Hadu/ Kepsek SMAN 8 Borong
  5. Ferdinandus Fifardin, S.Pd/Kepala SMAN 1 Pocoranaka
  6. Darius Ngkahar, S.Pd/ Kepala SMAN 5 Pocoranaka

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Frumensius Hemat, S.Fil

- Kepala Sekolah -

Puji Syukur kita persembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah Dan rahmatnya sehingga akhirnya kami dapat meluncurkan kembali...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana informasi yang dipublikasikan di website ini sungguh membantu anda?

Hasil