"Jangan lupa budaya Nak!!!" Tegas Guru Seni dan Budaya, Armindo
- Kamis, 03 Desember 2020
- Frumensius Hemat
- 3 komentar
Sesungguhnya napas akademis SMAN 6 Kota Komba tidak pernah berhenti. Dalam keadaan pandemi covid 19 pun nuansa dan suasana akademis harus terus berhembus, Sekolah harus menegaskan nadi ilmiahnya baik pendidik maupun peserta didik. Masih dalam alur napas yang sama, kecintaan komunitas SMAN 6 Kota Komba terhadap kearifan lokal, budaya asli berupa tradisi lisan dan non lisan harus tetap terjaga dan terawat dengan baik. Sekolah ini dalam banyak hal telah menunjukkan itu dalam setiap momen kehidupan, entah itu dalam acara kenegaraan, maupun event yang dibuat untuk meningkatkan semangat kecintaan terhadap budaya masyarakat. Apalagi SMAN 6 Kota Komba yang berada di lingkungan Tanah Orang Rongga, mesti menjadi ujung tombak mengabarkan sekaligus menyebarkan produk budaya ini. Karena itu dalam beberapa kesempatan, sekolah telah menampilkan beberapa tradisi lisan orang rongga seperti tarian Vera, dandi,Mbata,dan Sanda. Sekolah berkomitmen untuk mulai mengajarkan beberapa kekayaan budaya ini dengan menghadirkan tetua adat yang menjadi pakar budaya terutama, kemampuan dalam menari vera,dandi, mbata dan sanda.
Karena itu salah satu hal yang mau dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler saat ini dan ke depannya adalah pelatihan dan penggemblengan peserta didik terhadap tarian atau produk budaya Rongga ini. Ini pekerjaan berat. Butuh komitmen dan kesetiaan untuk menjaga asa dan napas untuk mewujudkan itu semua. Saat ini kecenderungan anak muda atau peserta didik tersedot dengan tawaran teknologi seperti youtube atau pun kemajuan dunia komunikasi yang menawarkan konten yang agak berbeda dan menarik bagi anak-anak. Akibatnya jelas, anak sekolah agak berat menoleh dan jatuh cinta dengan produk budaya sendiri. Peserta didik saat ini menjadi malas jika harus mempelajari budayanya sendiri. Ini yang menjadi tantangan yang mesti dicarikan solusinya.
Bellarmin Gisi, guru muda blasteran Ende dan Bajawa coba membongkar kebiasaan peserta didiknya. Anak didiknya sedikit ditarik untuk menghentikan aktivitas tik tok, facebook, games dan youtube. Menjelang PAS ( Penilaian Akhir Semester) semua peserta didik dari kelas X sampai kelas XII diwajibkan membawakan beberapa produk budaya Manggarai, lebih khusus produk budaya Rongga untuk dinilai dan selanjutnya menjadi dasar nilai PAS untuk mata pelajaran Seni dan Budaya. Guru yang memiliki hobi traveling, menyanyi dan minum kopi ini memiliki terobosan yang menggugat kesadaran untuk kembali menghormati dan mencintai budaya sendiri. Luar biasa! Di saat anak anak ditawari oleh keasyikan youtube atau titok, Armindo sedikit menahan mereka untuk tetap belajar dan mencintai produk nenek moyangnya.
Tarik Sis....Armindo eh salah Semongkooooo
by Frumensius Hemat
3 Komentar
"Luar biasa pak???????? Tetap semangat untuk guru2 Smansix dan sukses selalu. Semoga smansix semakin jaya????????"
"Mantap bapa kep,,semoga guru muda smansix lebih kreatif lagi,dgn menonjolkan budaya lokal,agar tetap eksis di era modern sekarang,,jaya selau smansix????????????"
Artikel Terkait
SMAN 6 Kota Komba Ditetapkan sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial
Rabu, 18 Maret 2026
Mading Serhu Meku SMAN 6 Kota Komba: Koneksi OSOP Dengan One Student One Product Literacy
Sabtu, 07 Februari 2026
SMAN 6 Kota Komba Perkuat Pembelajaran Mendalam Bersama Bapak Daniel Ando, Pengawas Kabupaten,
Sabtu, 07 Februari 2026
Breaking News: SMAN 6 Kota Komba Diusulkan Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
Selasa, 03 Februari 2026