You need to enable javaScript to run this app.

Karya Literasi Guru dan Murid SMAN 6 Kota Komba

  • Sabtu, 31 Januari 2026
  • Frumensius Hemat
  • 0 komentar
Karya Literasi Guru dan Murid SMAN 6 Kota Komba

Perjalanan hidupku dan Mengabdi

 

Dari rumah ke sekolah, jalan panjang tak terasa hujan rintik tak di hiraukan debu berterbangan,

Tapi semangatku tak pernah pudar,

Menuju SMAN 6 Kota Komba

 

Suka duka tawa tangis

Bergantian menghiasi hari-hariku

Jalan berliku, tapi hati tetap tegar

Menuju impian, dengan semangat yang tak pernah habis.

 

Motor melaju angin berhembus

Lagu favorit, mengalun di telingaku

Teman-teman setia, berbagi cerita

Membuat perjalanan terasa lebih singkat.

 

Tapi impianku tak pernah menyerah

Kota Komba, tempatku belajar dan tumbuh,

SMAN 6 tempatku meraih impian serta 

Perjalanan hidupku

 

Dua belas tahun sudah berlalu,

Mengabdi di SMAN 6 Kota Komba yang jauh dari rumah

Kini hati tak pernah menyerah

Kota Komba, tempat aku berbakti,

SMAN 6 tempat aku Mengabdi.            

   

 Nb. Avelinda Teofila Arice

 

KUMPULAN PUISI

Aku, Kamu, dan Cokelat Manis

Oleh Maria S. Ondi

Dari hari yang sama
lahir sebuah tanggal yang bening,
di genggaman waktu
kita belajar merayakan rasa
dengan hati penuh harap.

Setiap detik berjalan perlahan,
hari itu selalu dinanti,
tepat di saat semesta berjanji
aku dan kamu
akan saling menemukan.

Pernah kita berjarak oleh waktu,
katamu, “Tunggu Februari,
kita akan bertemu.”
Aku pun menyiapkan cokelat manis,
untuk bertukar rindu dan hadiah sederhana.

Kala tawa kita berbagi ruang,
hari itu menjelma lebih nyata:
dari senyum yang menghangatkan
hingga cerita
yang melekat di ingatan.

Kita bersua, lalu saling memberi,
entah apa isi di balik bungkusan itu.
Aku bertanya, kamu tersenyum,
senyumku pun terlepas bebas
bagai kupu-kupu
yang menemukan langitnya.


Pelangi di Matamu

Badai telah berlalu,
menyisakan langit biru
yang kembali bernapas.

Namun keindahan sejati
tak bersemayam di awan,
melainkan berkilau
di matamu.

Engkau adalah pelangi
di ujung badai,
tempat hatiku menemukan cahaya
cinta yang tumbuh tanpa ragu
dan menetap tanpa usai.

Selamat Hari Kasih,
untuk kamu
yang menjadikan dunia
lebih berwarna.


Sahabatku

Di bawah langit senja yang bening,
aku dan sahabatku bersua dalam tawa,
duduk santai di taman kenangan,
tempat waktu seolah berhenti sejenak.

Kado sederhana berpindah tangan,
bukan tentang isinya,
melainkan kasih yang diam-diam tumbuh di antara senyum dan cerita.

Tawa kami menjelma cahaya,
menghidupkan kembali masa kecil
yang polos dan penuh warna,
saat kebahagiaan lahir tanpa syarat.

Hari ini aku mengerti,
kasih sayang sejati
tak hanya bersemayam pada sepasang hati,
tetapi juga hidup dalam persahabatan.

Sahabat adalah pelukan tanpa sentuhan,
yang setia menemani
dalam suka maupun duka,
tanpa pernah meminta balasan.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Frumensius Hemat, S.Fil

- Kepala Sekolah -

Puji Syukur kita persembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah Dan rahmatnya sehingga akhirnya kami dapat meluncurkan kembali...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Bagaimana informasi yang dipublikasikan di website ini sungguh membantu anda?

Hasil